Boleh gue nangis, sekarang? Sekarang tinggal gue di sini―jadi, bolehkah?
Gue gak tahan. Gue gak bisa terus masang senyum tolol. Izinkan gue menangis sekarang atau gue akan meledak. Airmata gue tidak akan membasahi apapun. Isakan gue gak akan terdengar siapapun. Raungan gue tidak akan mengusik siapapun. Tidak kau, tidak pula mereka.
Karena gue akan menangis lewat kata. Lewat tulisan. Lewat setiap punktuasi yang gue letakkan. Simpel.
Hanya itu caranya, karena gue terlalu pengecut untuk berurai dalam nyata. Hanya itu caranya, agar gue tak terhina saat mereka tahu tentang fakta.
...
...
Bolehkah?
Terima kasih.

0 komentar:
Post a Comment