CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Saturday, April 18, 2009

Mario Request : Get To Know

GET TO KNOW


[Reff]
Get to know
get to know you better
In my heart
this feeling’s getting’ stronger
let it be
I’m ready for whatever
so let me be
so let me be your lover

[Verse 1]
this kinda hard to get to know your name
when your friends around and trying to guess my game, girl
but I assure you
I’m playing no game cuz my love is real
this is what I feel, this is what I feel
so let me a little, let me have a little..

more personal conversation with you
more time to make you comfortable with me, girl
cuz I..
(wanna get)

[Reff]

[Verse 2]
now that you know that I am for real so
what’s the deal here, tell me how you feel
I’ll give you my world, my life, my heart and my soul
what’d you say, I need to know by now
(now, now, now)

make my world turn right, please, please
I just wanna have you here by my sideee
that’s why i..
(wanna get)

[Reff]

[Bridge]
I want to know you better and better
I can see the pictures of us standing together
Give me a try
I will never make you cry
don’t need a reason
I will lift you up high



Howdy, Brother? What about this, hm?

His Name is BUTUT =))

Hah!
It’s been a long time since I do this blogging thingy. Do I miss it? Literally, NO! lol. I’ve been so busy doing something else—actually not that important, but just busy—and kinda don’t have a time to write anything. I opened this blog so many times, clicked the new post button and then I just stuck. I just didn’t even know what word should I typed for the opening. Yeah, I know. I’m stupid. LMAO.

But here I am now. Laying on the floor in front of ‘Butut’. Lol. And in case you don’t know who or what butut really is—well, I’m gonna let ya know that ‘Butut’ is my laptop’s name. Sounds silly but that’s the fact. That was the first name which came up when Miru asked me my laptop’s name. By the way, Miru named her car as Rae and her laptop as Mac (cuz actually that’s the ‘real name’: MacIntosh. Lol) and suddenly I thought that maybe I shoulda give a name for my laptop, too. I was being spontaneous then I just told her that Butut was the name. Voila! I called it Butut ever since.

Speaking of laptop, I wish I could have my black Toshiba back. I just don’t understand why it can’t be repaired at all. Dad was going around to find someone who can fix it, but none. He brought it back to the Toshiba and they also said it cant be fixed after three days. But hello? It’s new, GODDAMIT! It’s new so it should be good elements inside of it. And that’s why they have to be able to fix it. They made it, why cant they fixed it? What’s actually the problem? Sigh.

It’s just now in my room, total Dead. Butut is fine, but I used Butut since I was in the Junior High and was so disappointed that I could not use the new one. I got my new laptop then it suddenly stop working—it’s sorta ironic. And pathetic.

Butut is fine, again. In fact, I’m glad that he could last this long, even longer than what I expected. I could type, I could go online with it, I could gaming (and I’ve won so many times because I play the same games like all the time. Haha xDxD~~) and the most important, I could listen to my playlist. Ha-ha. What will I be without my music? My point is, Butut is still useable and has everything on it that makes him a laptop. He’s ugly but he’s in a good condition.

But you know, there are several reasons why I actually think that his name is fit with his appearance.

1. when I say ‘Butut’ that means he IS BUTUT. Lol

The label and sticker was like awful. I was so stupid to glued those stickers on Butut that it is now looking horrifying.

2. I DROPPED IT ONCE! OH, wait. I think I dropped it twice. I don’t know. LMAO.
Yes, people. I ACCIDENTALLY dropped Butut about two years ago. I was so scared because I thought Butut would have some problems or could not be used ever again and surely my parent would be on fire if they found out—but the fact, he was just fine. I turn him on and it was like nothing happened. Isn’t that just amazing? *squee*

3. This is the most dramatic part: he is like ALIVVVEEEE~~E!
Okay, I lied. Lol. But I mean, Butut is soo mean. He always like suddenly turns off without any specific-and-reasonable-reasons-watsoeva or got stuck so I have to turn it off and start all over again. It’s fine if I am just listening music or gaming, but what IF I am on my way to finish my work? Like these stink reports that I gotta submit tomorrow morning? It took some minutes to turn it on again and those minutes are worth a lot to me IF I AM DOING MY WORK. Yea, you can tell. Whatev.

Oh, my. I start hating Butut AGAIN! xD~~ No, B. I love you. You’re my life. Lols.

so, so..

Just gotta say some words here that I really-really-really loves Butut—don’t matter what people say. Without my Toshiba around, Butut is the only thing I can rely on. I can’t imagine if I don’t have him, I could see that I’m gonna sit on the rent’s seat all night long, working on my report, alone. Gee, I’m being dramatic. LMAO.

So, how about yours, people? What’s his/her name? Or you want to say hi to my Baby B? Give your shout out on my Box, then. : )

Hasta La Vista,
shaz LOVES her life. And her Laptop. lol

Betapa Intimnya Gue Dengan Kesialan..

Okay. Harusnya gue nyeritain ini dari beberapa hari yang lalu, but somehow I just could not do it because some things needed to be taken care of and that was kinda important. Jadi gue baru sekarang, deh, gue mao cerita. Hehehe. Gak mau denger? Sono kelaut.

Ngomong-ngomong, gue punya teori baru sekarang *pasang kacamata item*

*tarik nafas*

JANGAN MENILAI SESUATU DARI LUARNYA SAJA
dan
KOMPUTER DI LAB 3A ITU MENYEBALKAN


*backsound: krik krik krik*

Oh, oke—gue jayus, gue ngerti, gue tau orang segede gue harusnya malu masih ajah bisa nge-jayus =)). Dan gue juga tau itu bukan teori orisinil gue, toh gue cuma nulis penyataan yang pernah gue denger sebelomnya doang. Wakakak. Tapi well, gue setuju sama kalimat tersebut. Sebelumnya.. emang sih, gue selalu melihat hala apapun atau orang dari penampilanya duluan. Ada orang yang penampilannya kayak begini, otak kecil gue langsung berspekulasi kalo sikapnya pasti kayak gini; penampilannya kayak begitu, pasti sikapnya juga begono. Gue mengotak-ngotakan orang; memberi label seenak udel di pertemuan pertama. Tapi beda kalo liat cowok cakep. Kagak pake spekulasi, yang ada kepala langsung nyut-nyutan, keringet dingin, mata melotot gak kedip-kedip, idung mimisan dan iler mulai mengalir dengan kecepatan arus yang tidak dapat didefinisikan. Terus kalo ada yang barang yang udah butut, pasti mikirnya itu barang udah uzur, udah gak guna. Hanya barang 'kinclong' yang bikin gue berpikiran positif *jah, kesannya matre*

But now, I’m starting to change my mind; trying to see everything from the other side. Dan itu karena suatu hal sederhana.

Mau tau hal apaan?

Beneran?

Yakin nih, mau tau?

SERIUSSS? *ditabok bolak-balik*


O-oke, gue mule cerita *ditereakin: JADI DARITADI NGAPAIN AJAH BARU MULAI CERITA SEKARANG??*

Umm.. mari flashback sebentar.

Kira-kira seminggu atau dua minggu yang lalu (seminggu sebelon ujian VB), semua anak TI angkatan gue gak mengalami yang namanya praktikum yang notabene harusnya kita lakuin seminggu 3 kali. Alesannya sih, karena Lab lagi ada perbaikan gitu. Gue mikir emang UDAH WAKTUNYA itu komputer uzur diganti semuanya karena FYI, itu komputer semuanya butut banget. Nista. Penuh cela; dengan layer cembung yang mengingatkan gue pada temen gue yang bodinya juga cembung depan belakang *dirajam* dan prosesor yang bikin setiap praktikan pernah merasa pengen bunuh diri atau ngebanting komputernya menjadi serpihan kecil minimal sekali. Intinya, sama sekali gak mendukung kiprah *halah* dan aktivitas kami sebagai anak TI-lah. Dan gue otomatis ngerasa lega karena akhirnya gak perlu ada lagi kasus komputer lemot, ‘Kak, di komputer aku aplikasinya gak ada, nih! Pindah ya!’, komputer mati sendiri dan gak idup lagi, serta lain semacemnya.

Gue pun melewati hari libur tanpa praktikum dengan tidur a la kebo dengan harapan ketika gue bangun dan masuk ke Lab TI pada pertemuan selanjutnya, Lab TI udah jauh lebih mewah dari kamar mandinya Obama.

Tapi ternyata..

Semua mimpi manis *tsaah* tersebut hanyalah fatamorgana, sodara-sodara. Lab TI emang berubah, tapi cuma MONITOR dan mejanya doang =)) =)) lumayan bikin perubahan drastis sih. Gue juga sempet shock gitu liat tampilan lab yang baru. Sekarang gue ngerti gimana perasaan para orang-orang beruntung yang Rumahnya Dibedah atau kamarnya di make-over dari bejat jadi asoi. Nyahahaha. Bayangin, karena meja yang digunain lebih ‘hemat-tempat’ dan karena adanya penggantian monitor-layar-cembung jadi LCD, otomatis ruangan jadi tampak JAUH LEBIH lega. AC pun jadi terasa JAUH LEBIH dingin dan Kak Indra Sang PJ Pascal terlihat JAUH LEBIH GANTENG (wakakakak~). Jangan tanya reaksi temen-temen gue, karena sejauh yang gue liat, PADA NORAK SEMUA! =)) =)) *ditabok rame-rame* Pada nista semuanya—ada yang ngeliatin LCD-nya sampe gak berkedip, ada lagi yang mengelus monitor di depannya dengan penuh kasih sayang; malah ada juga yang langsung mati suri ngeliat Lab baru *lebay*. Upil dan Manche mulai asik ngaca, sementara Ardi celingukan bingung kek baru pernah liat LCD *shot*; Opy cengar-cengir kayak orang sarap, sementara Koben pasang tampang kayak orang mau siap-siap ngegondol LCD baru itu buat dibawa balik *double shot* Syakakaka~ Baru liat anak TI norak kayak kita? Well, salahkan Gunadarma yang baru mengganti layar cembung menjadi LCD di tahun 2009 ini. Entah kapan inih kampus baru bisa nyediain laptop buat di ruang praktikum *diselepet tali rafia*

Tapi—AGAIN—euforia norak tersebut hanya berlangsung sebentar begitu menyadari bahwa yang diganti hanya monitornya o_0. Prosesor masih sama, walaupun tampaknya udah di-benerin-whatsoever. Tapi gapapa, toh komputer gue di LAB TI lantai 4 udah jauh lebih efektif daripada komputer sebelumnya yang notabene lemot itu. Dan gue gak terlalu mikirin masalah tersebut selama gak merugikan gue.

Tapi AJOJING.

Gue kena karma; gue disadarin dengan cara yang gak enak untuk akhirnya setuju bahwa penampilan sebagus apapun tidak menjamin keindahan apa yang ada di dalam *caelah bahasa gue -__________-;;*

Tanggal 16 April 2009 kemaren, gue akhirnya ujian praktikum Visual Basic. Dan yap, karena gue udah pernah dapet materi ini sebelumnya di SMA, gue gak begitu pusing mikirin sampe frustasi karena yang harus gue lakukan hanyalah membaca ulang, mengerti intinya dan I would be more than ready to face it. And actually, I didn’t really have any problem with those coding, I’m pretty good at memorizing the lines and that’s why I felt like everything would be just fine. Gue juga beranggapan, semua komputer di SEMUA lab TI bakalan jadi lebih oke setelah dibenerin; termasuk untuk komputer gue di Lab TI lantai 3—tempat ujian diadain. Jadi gue santai ajah saat masuk ke dalem LAB. But I was wrong.

T-O-T-A-L-L-Y-W-R-O-N-G.

*tarik nafas nenangin diri*

Setelah gue dan temen-temen duduk di tempat kita biasa praktikum, Kak Dito—PJ praktikum Vb untuk kelas gue—nyuruh kita untuk buka browser dan donlot materi ujian secara offlline. Udah gue donlot tuh dan—ASTAJIM—gue mau kentut ngeliat materi buat ujiannya. Jadi, semuanya disuruh ngebuat tampilan awal untuk login gitu, dimana kalo kita bisa login, kita bisa liat tampilan animasi moving text dan ada menu barnya. Kalo pada menu bar dipilih kombinasi, user bisa masuk ke program warna RGB, dll. Simple, sih, sebenernya; semuanya udah pernah dikerjain. Cuma gue langsung panik ajah ngeliat sebegitu bejibunnya kerjaan gue buat ujian kali ini. I mean, dengan waktu yang disediakan, gue gak yakin bakalan selesai semua, karena VB bukan Pascal atau QBasic yang cuma ngoding doang. VB butuh tampilan juga dan untuk orang yang mencintai desain macem gue, segala sesuatunya harus sempurna dalam hal mendesain. Jadi, dengan sifat bawaan orok gue yang panikan, gue buru-buru ngerjain itu ujian dengan sambil ngedengung ‘nanananana’ buat ngilangin nervous.

S.H.I.T

Belom lama gue ngerjain ujian, tiba-tiba muncul peringatan kalo memory komputer yang gue pake low. Gue klik OK, nothing happened, so I kept working on my job. Pas peringatan kedua muncul kira-kira 6 menit setelahnya, aplikasi Visual Basic gue ilang dengan sendirinya dan gue bahkan belom nge-save apapun. Gue ulangi, APAPUN. Penghuni kebon binatang pun langsung keluar semua dalem bentuk hujatan dan makian dalem hati ujiann bokk, bisa ditendang keluar Lab gue kalo tereak-tereak kesetanan di depan komputer gitu.

Gue narik nafas. Kemudian dengan manis dan emosi terpendam serta dengan lincahnya *lebayituindah* gue pun kembali membuka Visual Basic dan memulai semuanya dari awal. Sempet ada niat pindah komputer, sih, tapi dengan cuma satu lirikan ajah gue udah tau kalo gak ada komputer yang kosong di tempat yang strategis (baca: tempat kosong di deket orang-orang yang jago VB *nyengir*). Gue pun ngelanjutin kerjaan gue sambil lirik-lirik jam dinding di dinding *yaeyalah, jam dinding mah emang di dinding* *diketapel*

VB kebuka, tapi yang bikin jidat gue mengkerut adalah bahwa gak ada tulisan apapun di titlebar-nya. Feeling udah gak enak, cuma kalo gue pikir kalo gue minta pindah komputer, bakalan makan waktu banyak banget dari that was not even good option. Saat gue lagi asik ngoding—dan FYI, itu udah hampir 1/2 jadi; tinggal form2 dan 3—tiba-tiba komputer gue berulah. Kagak bisa di-run. Watdehek. Gue udah yakin seyakin-yakinnya kalo gue coding yang gue tulis itu bener dan kalopun ada cacat, gak mungkin sefatal itu sampe gak bisa di-run sama sekali. Gue lapor ke Kak Dito yang kalo diliat-liat ternyata oke juga *ditendang* dengan rasa cemas pangkat tak terhingga. Gue udah males bawaannya, apalagi pas Kak Dito nyuruh gue nge-restart komputer dan ujung-ujungnya bilang kalo kerjaan gue yang tadi udah hampir ½ jadi itu gak kesimpen. WTF? Gue udah simpen, sumpah demi Doraemon dah. Tapi akhirnya sia-sia. Sialan. Lab TI sialan. LAB TI SIALAAAAAANN~~ *guling-guling stress*

Kak Dito : Tadi udah banyak?
Gue : Yaaa.. lumayan.. *merasa sombong, jadi langsung diem*
Kak Dito : Lumayan apa nih? Lumayan dikit?
Gue : Iya, muakakak. Lumayan dikit, iya dah, iya. << gue iya-in ajah dah. Daripada gue bilang udah banyak ternyata gak taunya salah semua? Tengsin gue.
Kak Dito : Yaudah pindah ajah deh.


Mood? Ancur to the core.

Tingkat males? Tengkurep, tiarap, you-named-it.

Bete? Sangat.

Hasrat pengen bakar Lab TI? Maksimal.

Feeling nilai bakalan jeblok? You can tell.

Kelaperan? BANGET

Jadi apa yang sisa dari gue? Oh, yeah. Bayangan muka ngamuk nyokap yang kejem *diseruduk nyokap* saat nanti tau KALO seandainya nilai gue jelek banget *amitamitjabangbayi*

Untungnya Kak Dito baeek banget. Dia bilang gue bakal dapet dispensasi karena emang kesalahan system dan gue pun disuruh pindah komputer. Tadinya sempet mau duduk sebelah Arum (kan lumayan daripada mikir ulang, lebih cepet nyontek—wkakaka), tapi gak jadi karena komputernya sama ajah odongnya kayak komputer awal gue. Akhirnya gue dipindah di barisan di belakang Arum sama Koben (lumayan juga, kalo gak keburu tinggal nyontek juga *dihajar PJ Lab*), tapi ternyata setelah gue pake buat bikin desain di form awal, gue menyadari satu hal. KEYBOARDNYA BACUL.

Aaaaaaaaaahhh~~~

AAAAAAAAAAAAAAAAHHHH~

AAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH~

Huruf N, M, V, B, C, I, U, spasi dan semua angka gak bisa dipencet =___________=;;;;

….tolong jelaskan ke gue gimana caranya gue nulis 'UJIAN PAKTIKUM VB' dan nama gue kalo tombol-tombol itu gak ada yang bisa di pencet? Ngetik NPM gimana coba?

Gue teken-teken itu keyboard sampe kedengeran bunyi cetak-cetok dahsyat *lebay itu berpahala*. Nihil—yang gue dapet malah suara gaib yang bilang “itu tuh, keyboard ancur dah!”. Ha-ha-ha-ha.

Mas, Mbak, Tante, Om, Aki, Ninii.. saha we lah elu yang ngomong—

—ITU KEYBOARD EMANG UDAH ANCUR DARI SONONYAAAAA WOY!!

Astajim, luu pikir ngapain gue ngancurin keyboard saat gue BUTUH NGETIK coding segambreng?

Demi sinetron dubbing Indos**r yang alay, tobatt gua TOBAAAAATTT~~

Salah apa gue? *jedot-edot kepala ke tembok*

Mau tau ekspresi gue gimana?
=______________________________________________=”””


begitulah kira-kira cuman lebih cakepan gue. syakakak

Mood? Gak bersisa.

Tingkat males? Udah nembus tanah, bukan tiarap lagi.

Bete? Superrr.

Hasrat pengen bakar Lab TI? Membara.

Feeling nilai bakalan jeblok? Euh.

Tapi waktu itu gue udah peduli setan. Jelek, jelek dah. Kampret.

Akhirnya gue lapor Kak Dito lagi sambil ngegerutu stress. Gue yakin tuh, sebenernya Kak Dito stress juga—secara dia lagi ribet juga merhatiin anak-anak yang laen tapi masih harus ngurusin gue >.< Maap yee, Kak. Makanya laen kali jangan mau jadi PJ di Lab Butut keak gitu. Nyahahahhaha *ditampol Kepala Lab TI*

Singkat cerita, gue akhirnya dipindahin ke komputerdi kampus Kalimalang di barisan paling belakang. Hiks. Gak ada temen. Bete. Well, bukannya gue dari awal niat nyontek ato pekimane, cuma FYI ajah nih ya, gue baru dapet komputer yang bener itu SETENGAH JAM SEBELOM WAKTU UJIAN SELESAI! Sedangkan yaaampuntobatguetobat itu coding sama desain belom sama sekaliiiiii *nangis kejeer* Setidaknya, dengan waktu yang singkat itu, akan lebih efisien kalo ada orang di sebelah gue yang bisa gue liat codingnya dibandingkan kalo gue harus mikir dari awal sendiri (iyeeee.. gue tau tetep ajah niatnya jelek. Abisnya bete gue). Tapi ternyata seorang Shinta Vazriana sedang intim-intimnya dengan yang namanya kesialan; bagaikan monyet dan pawangnya sehingga akhirnya gadis 1m03t5 tersebut menjadi satu-satunya praktikan yang duduk di barisan itu. Ada sih orang di sebelah gue, Kak Arief—yang notabene mengingatkan gue dengan seseorang di SMA yang juga anak DKM tapi namanya lupa *dijitak*--tapi kan dia asisten lab. Masa iya gue contekin, lha orang dianya juga lagi meriksa LA.

Kak Arief : makanya Pj-nya dibaek-baekin..*ikut nimbrung setelah ngeliat betapa hebohnya gue gonta-ganti komputer*

Gue : iya..*sambil mantengin komputer tanpa gairah* *dalem hati : ‘lha emang apa hubungannya?*

Kak Arief : padahal gak ada hubungannnya..*lebih kayak orang ngomong sendiri daripada ngomong sama gue* << lha itu tau -___-;;


Gue kembali mantengin komputer. Dan ck, sumpah gue bingung harus mulai dari mana. Gue orangnya panikan. Apalagi dengan waktu yang terbatas begitu, gue beneran gak bisa mikir sama sekali. Mau ngerjain apa duluan ajah gue bingung. Akhirnya, gue ngedesain form pun asal banget dengan tujuan mau langsung ngoding setelah objek udah beres dibuat. Tapi ternyata, semua jajaran listing di kepala gue buyar semua. Kabur, ninggalin kepala gue kosong begitu ajah. Konsentrasi pun jangan ditanya, lenyap gak sisa. Kalo seandainya Deddy Corbuzier nyuruh gue bengkokin sendok dengan cara konsentrasi, gue yakin itu sendok kagak bakalan bengkok seumur idup. Gyahahhahah. Kekuatan mental dari hongkong, kekuatan mental gue ngilang gara-gara komputer Lab.

Gue pun men-klik Run.

Programnya gak jalan.

Kamprets.

Padahal, ya, itu yang gue kasih coding baru untuk label ‘End’ lho.. Yang harusnya, codingnya itu cuma ‘End’ atau ‘Unload me’ doangan.. Tapi.. Tapi.. Gak jalan juga? o_O;; Oh, men.

I-i-itu di komputer yang pertama tadi jalan semua coding untuk form pertama, tapi kenapa sekarang—

Ah, bodo ah, bodo. Bodo amat.

Gue beralih, kali ini coba ngetik koding yang laen. Dan ternyata gue terlalu panik + badmood bahkan untuk mengetik.

Gue : Aaaah! Ckk.. *teken-teken BackSpace, ngapus tulisan yang typo*
Kak Arief : *giggles* Makanya jangan panik..
Gue : abisnyaa.. Ah, aah..*tereak stress sambil terus ngetik*
Kak Arief : salah lagi tuh ngetiknya
Gue : Iya, tau.. AduhAduhAduhAduh.. Ck, salah molooo! Beteeeee~~
Kak Arief : Makanya tenang ajah
Gue : Gak bisa, Kak~ Nilainya gimana kalo tenang. Baru segini, nih.. Waktunya.. *lirik jam*
Kak Arief : Pusing, pusing.. Itu PJ-nya juga pusing kayaknya. Pusing mikirin mau ngasih nilai berapa *chuckling*
Gue : *liatin Kak Dito mondar-mandir* Hoo..*baru tau PJ juga puyeng ngasih nilai*
Kak Arief : Gue pernah dapet kelas ini gak sih?
Gue : Ngajar, maksudnya? Pernah, tapi ngegantiin siapa gitu waktu itu. Eh, btw, kok ini gak jalan ya, Kak? *muterin LCD*
Kak Arief : Ada yang salah itu..


Ngek. Saya juga tau, Kak, kalo ada yang salah mah -_-‘”, maksudnya bantuin ngebenerin napa : ((

Kak Arief : Shinta.. Shinta.. *baca nama gue dengan sambil meriksa LA*
Gue : *lirik, ngirain manggil*
Kak Arief : Nilai LA-nya mau berapa?
Gue : Ya full dong~~ *wakakak* eh, tapi terserah ding, sepantesnya ajah. Tapi kalo full kan lumayan, bisa nambahin nilai.
Kak Arief : Full? Emang tau full-nya berapa?
Gue : Pokoknya full *males ngejawab “15”*, Tapi terserah << nada suara udah bagaikan orang yang udah bosen idup
Kak Arief : Benaran nih? Yaudah deh dikasih full.
Gue : Oh yaudah, makasih *cuek, mata masih lurus ke LCD yang codingnya masih bolong-bolong*


Wakakaka. Dasar. Itu gue lagi butek malah ditanyain nilai LA. Ya gue jawab full-lah. Sebutek-buteknya gue, tetep ajah nilai mah mau gede. Nyahahaha. Tapi gue pikir dia bercanda, lho. Sapa tau ajah dia lagi jail gitu; cuman ngasih harepan palsu *jiaaaah*

Btw, hasil ujian gue masih cuma sekiprit. Malah gak ada yang jalan pula programnya. BANGKEEEE! Gue rasanya pengen nangis beneran dah. Masalahnya, gue tau gue BISA, tapi kenapa saat gue bisa, banyak banget sialnya, haa? Oke, fine. Gue tau gue emang gak mungkin nyelesein itu semua ampe beneran selesai semua—gak mungkin, secara itu banyak banget. Tapi setidaknya, hasil yang gue bikin gak bakalan secetek yang gue bikin di komputer terakhir. Kalo PJ atau asisten meriksa hasil kerja gue, gue yakin mereka mikir gue bego banget. Well, emang bener juga. Gue bego. That’s the fact. Orang pinter gak akan panik dan stress kayak gue tadi. Orang pinter gak bakalan buyar koding gara-gara panik, tapi tetep ajah… si bego ini kan pengen nilainya bagus juga. Huahahahahaha.

Singkatnya, ujian selesai lebih cepet dengan janji Kak Dito kalo nilai dari anak-anak sekelas gak bakal ada yang di bawah 7. Gue liat Jay langsung diri ngedenger kak Dito ngomong gitu dan beberapa anak laen langsung males ngelanjutin karena well—angka 7 udah ditangan. Tapi emang boleh gue ngerasa lega juga? Yang di bawah 7 kan mereka yang notabene ngerjain dari awal dengan komputer yang fine-fine ajah dan waktu yang jauh lebih banyak. Lha gue? Belom jadi apa-apa men. Form gue berantakan, bahkan Captionnya pun banyak yang belom gue ganti. Mungkin statemen ‘gak bakal ada nilai yang di bawah 7’ itu bakal langsung berubah saat ngeliat hasil kerja gue. Hadoh.

Whatev.

Mudah-mudahan ajah enggak; mudah-mudahan statemen itu juga berlaku buat gue. Gue bakal bersyukur banget kalo seandainya nilai gue pun cuman dapet 7 mentok. Lha wong emang ujian gue ancur gitu *tabok komputer Lab* Yeah, well. Sebodo amat deh ah. Gue berdoa ajah dah supaya hasil gue gak jelek-jelek amat. Bisa mampus gue kalo nilai gue jelek. Alamat nemenin Malin Kundang jadi batu dah.

Kesimpulan dari entry ini : GUE BENCI KOMPUTER LAB TI!. Titik. Gak ada koma. Apalagi siaran ulang.

Udah ah; tidur.

*gegulingan naek ke tempat tidur*

***


*gegulingan lagi balik ke depan laptop* *nyengir* Belom ngantuk ternyata.

Btw, gue cukup terhibur malam harinya setelah gue ujian VB. Pulangnya gue udah ngeluarin stress gue dengan tereak-tereak ke anak cowok dari depan mesjid, makan pecel ayam dan mengadakan ‘Curhat session’ di pelataran Taman Gunadarma. Gue, Arum, Upil ma Manche duduk-duduk di tangga taman dan cerita ngalar-ngidul tentang hal-hal random. Seru dan FYI, inilah yang bakal gue kangenin dari mereka semua. Saat-saat kebersamaan dengan mereka dan berkoar tentang cerita masing-masing. Jujur, ini yang bikin gue lupa kalo sebelumnya ujian VB gue ancur berantakan. Wakakakak. Sahabat emang yang terbaik dari yang terbaik, bukan?

Ngemeng-ngemeng, gue berencana naro tulisan tentang sahabat-sahabat gue ini di blog suatu saat nanti. Gak menutup kemungkinan gue bakal mengulas tentang semua anak di kelas, tapi gue gak bisa janji kapannya. Bakal panjang soalnya, bakal susah mendefinisikan betapa hebatnya mereka semua. Kayaknya gue butuh semedi di gunung selama 4 tahun baru bisa nulis sesuatu tentang mereka. Wakakakak.

Yaudahlah, liat nanti ajah. Sekarang gue udah ngatuk beneran.

Later On,
shAz.LOVES.her.Life




Edit to Add:

- Ah, itu yang percakapan gue dengan Kak Dito dan Kak Arief hanya sebatas ingetan gue ajah, jadi kevalidannya masih agak diragukan. Salahkan otak gue yang punya sifat gampang inget-gampang lupa *kabur*

- FlashDisk Kak Dito ilaaang! Wogh, kasian. Tampaknya isinya penting SANGAT sampe dia agak linglung. Maap ya, kak, boro-boro liat. Kakak tau sendiri saya ribet sama komputer -__________-;;; Semoga cepet ketemu, deh.

- Dan wew, gue lupa bilang, NILAI LA GUE BENERAN FULL! 15! Wooot? Syakakakak. Woh, Kak Arief sama Kak Dito dua-duanya baekk bener ><. Dikirain bercanda ngasih LA full, gak taunya beneran padahal yang bercanda itu kan saya, tapi karena udah dikasih nilai, jadi ya apa boleh buat *siyul-siyul*. Gue cinta PJ ma Asisten VB—catet, PJ sama Asistennya—bukan KOMPUTER-NYA. Hokcuihhh.


…And at this time, special thanks goes to these angelic-guys, Kak Dito & Kak Arief xD

Saturday, April 11, 2009

Whoopsie, HE IS SOOO YESTERDAY!

Well, hallo!
I'm back, padahal gue baru ngepost entry beberapa jam yang lalu, lho. Wekekekek~ Tapi jangan protes plis. Malah seharusnya luu bersyukur karena hasrat blogging gue menanjak. Jarang-jarang, nih, gue napsu ngblog begindang. Langka. Terjadi hanya sekitar 1 abad sekali, which means napsu ngeblog gue yang lagi menggebu-gebu seperti sekarang ini hanya akan terjadi lagi di 100 tahun yang akan datang. Huahuahuaa. Itu juga kalo blogging belom dikategoriin 'purba' *dilempar jamban*

Back To The Business deh, ah.

Well, beberapa jam yang lalu, gue bongkar-cabik-hajar komputer gue di rumah―secara gue udah lama banget gak nyentuh itu barang semenjak gue nge-kost dan berbekal laptop *halah*―dan memasang playlist kenceng-kenceng sambil ngeliatin foto jaman SMA. Wakakakak. Setdah, ternyata kalo diliat lagi, bangunan Smanti oke juga. Mengapa oh mengapa diriku baru sadar? *digebukin* Haha. Tapi kebanggaan tersebut tidak berlangsung lama ketika dengan indahnya muncul sebuah gambar saat gue dan beberapa teman berfoto di toilet wanita *tahan napas* Oh Em Gee..*masih nahan napas*..Itu..*ditabok*..

JELEK BANGET GAMBARNYAAAA~A! Butut! Kumuh! Tidak Elit! Nista! Gembel! Bayangin, empat makhluk cantik nan sexy sedunia akhirat jadi tampak seperti anak SMA alay yang diam-diam berprofesi jadi tukang pulung saking jeleknya itu tempat yang dijadiin lokasi pemotretan. Masih mending kalo foto deket tempat wudhuu―KAGAAAK~ Ngepoll, men, foto di kamar mandi pojok yang ada wastafelnya. Gelap, surem. Madesu. Whatsoevaaa. Dan gue nyesel kenapa dulu gue berinsiatif foto di tempat begituan *jedotin kepala ke tembok* Akhirnya, berbekal semangat 45 dan keyakinan pada diri sendiri (wakakak), gue dengan pasti menekan tombol delete, kemudian Enter untuk mengkonfirm penghapusan *tsaah* Lega, dan sedikit banyak gue berharap gak ada orang lain yang punya copy-an foto tersebut. Nista, sumpah. Dekil ajojing. Benar-benar menunjukkan aib smanti. Syakakakak~*kabur sebelom digorok rame-rame*

Kembali menikmati foto jaman sma―yang notabene baru gue tinggalin setaon yang lalu.

Tiba-tiba, lagu ini terdengar. Mengalun ajojing, masuk telinga kanan dan nyaris keluar telinga kiri tapi untung gak jadi karena ada sesuatu yang menariknya kembali *tsk, lebayituibadah*

If it's over, let it go and
Come tomorrow it will be so yesterday, so yesterday
I'm just a bird that already flown away
Laugh it off and let it go and
When you wake it will seem so yesterday, so yesterday
Haven't you heard that I'm gonna be okay?


Well, denger lagu ini gue langsung terkesiap (drama queen? whatev.) Gak sebegitunya sih, syakakak. Cuma syok ajah. Tadinya gue boseeeeen banget sama ini lagu. Sering banget dulu gue nyanyiin lagu ini waktu Lizzie Maguire masih happening, but now, gotta admit that i miss it so bad. Pure-nya suara Hilary Duff yang masih inosen banget dan irama pop yang catchy bikin gue kangen taun-taun dulu, sumpah. Taun-taun saat musisi indonesia masih sangat tenggelam di jalur aman dan terkesan membosankan. Mengingatkan gue saat―

"So you finally get over him?"

*terdengar suara gedubraksan dikejauhan*

Tasya.

Oh, men. Sungguh timing yang buruk. Rasanya pengen gue tendang cewek yang satu itu ke genangan lumpur Lapindo karena telah menghancurkan serpihan kenangan yang telah gue kumpulan dengan penuh keringat *uhuk-gak-lebay-gak-eksis-uhuk* Gue lagi ngautis ke jaman tempoe doeloe, eh dia malah nanyain pertanyaan kagak nyambung (FYI, Tasya emang udah dari tadi di deket gue, selonjoran ajojing di tumpukan bantal.red)

Gue : 'Apaan, Sya?'

Tasya : 'Is he like.. so yesterday to you?'

Gue : 'He? Zen maksud lo? Ya kagaklah! Orang masih akur gini, yee..'

Tasya : 'Cemceman lo yang baru, Blo'on!'

Gue : *bingung*

Tasya : 'Bego emang luu ah, Sha..' (dia manggil gue sha-sha keak yang laen)
Gue : 'Si 'itu' maksud lo? *mikir* Iya keaknya. Bukan so yesterday lagi, tapi sooo last year gitchu deyhhs..*kedipin Tasya*'


Well, haaha. Tasya-nya kabur dengan ilfil tingkat MahaDewa. Watsoevaa. Gak peduli, but thanks to her, i finally realized something.

I. GOT. OVER. HIM!

Gee, man! Gue bahkan gak sadar sejak kapan gue udah gak peduli sama si cowok itu. Mau dia jadian ma temen gue, kek. Mau jadian sama monyet, kek. GUE BENER-BENER UDAH GAK MIKIRIN, YATTA~A! Hahaa. Lucu juga, mengingat betapa stresnya gue pas tau he made it with her. Berasa jadi orang paling menderita a la sinetron gitu gue, untung gak sampe nangis bombay. Huakakakakak. But now, ewww.. I feel so stupid! Pengen ngakak campur muak ngingetnya *gegulingan nista* Kenapa bisa gitu, ya? Padahal sekarang gue peduli setan ituh orang mau apa juga. Cinta memang monyet! Wakakakak.

He don't see me, his loss =)) The point is―hey, boy! YOU ARE SO YESTERDAEE~ *waving goodbyes*
lmao. oh, sure. i think it's time for anotha heartcrush? yadda, yadda..*dipentung zen*

Nyahahah. Sungguh tidak terduga. Ternyata lagu jadul Hilary bisa menyadarkan gue kalo Love is Easily Come and Easily Gone. Huakakak.

Udahan ah. Mau makan dulu, laper. Ntar gue lanjut kalo inget.

A-J-O-J-I-N-G,
shaz.loves.her.life

New Skins (AGAIN?)

Ganti skins lagi --a

Whoa, yea. Skin yang beige itu gue ganti, padahal belon nyampe 3 minggu gue pake. Sigh. Eitts, bukaaan. Bukan gue gak suka. Alesannya simpel karena menurut Miru, skins gue yang itu sama kayak punya Inka *sedot ingus* Padahal gue udah seneng pake yang itu, tapi well.. Apa mau dikata. Aneh rasanya kalo pas gue blogwalking, buka blog Inka, ternyata layoutnya sama, cuma beda isi doang. Terpaksa deh gue melambaikan tangan pada skins yang lama tersebut.

Berhubung waktu dikasih tau gue langsung shock *lebay*―di samping faktor gue-baru-sempet-ganti-sekarang, tentu―jadilah hari ini gue baru mengobrak-abrik BlogSkins dengan harapan dapat menemukan cinta yang baru dalam dunia per-SkinsBlog-an *halah*. Searching sampe kicer. Ngetik kategori ini, jelek. Ngetik kategori itu, amit-amit jabang jablay―NORAK! Nyari lagi sambil baca doa mau makan Bismillah, masih nihil juga. Akhirnya gue nyari random ajah dan―akhirnyaa―AKHIRNYA gue menemukan THE TREASURE BOX! B-) emang gue pinter, Pemirsa! Haaha. Sumpah, ya. Secara tidak diduga, gue menemukan beberapa skins yang oke dan memenuhi kriteria gue, which are :

1. play fun with colors. black as the background would be highly appreciated.

2. the pictures are something that relate to photography. emo thingy, people, fashiongigs or amazing view. will be nice.

3. had the effects or whatever it is related to photoediting. dramatic scenes will be cool.

4. the extraordinary blog items. the fonts, the layouts and stuffs should be amazed me. that's why we call it EXTRAordinary, rite?

5. from all of those above, SIMPLE! Life is complicated so whats the point of making this blog also becomes complicated?


So.. Itulah. Gue menemukan banyak yang memenuhi kriteria tadi, but eventually i picked this one. You wanna know why? YOU WANNA KNOW WHY? Because I got confused and then decided to choose it randomly! lols. And VOILA! It happened that this became the chosen one. Not bad, huh? Please just comment on my box if you have any words to say about my new skins.

Anyway, setelah mengadakan perubahan kode di sana-sini, hasilnya tetap tidak memuaskan --a Karena apa, Saudara sekalian? Karena kode yang membangun skin blog ini adalah JAVASCRIPT (kayaknya, gak yakin gw. tau deh) dan sedikit CSS! Pretpuihhokcuh! Oh, men, watdehek. Gue gak ngerti javascript, bokk! Walhasil, bukannya jadi mending, tampilannya malah jadi cacat dimana-mana *nangis gegulingan* Sebodo ah. Yang penting skinsnya udah beda. Moga-moga ajah kali ini hamba tidak memakai skins yang sama dengan orang lain, Ya Allah! Amin deh.

But, i love this layout though as i told before―need to be touched with magic here and there. Gue masih harus mengubah beberapa font size di beberapa sections, masih harus mencari inspirasi tampilan (juga beberapa gambar, mungkin) serta merapikan links yang belom di sort secara alfabet. Bahkan sebenernya, link-link itu ada yang belom gue re-link, belom gw add, de el el de es be. Duh, najis. Kerjaan gue banyak juga cuma buat ini blog. Ckckck. Tapi well, demi kesehatan mata dan kepuasan batin *halah*, gue akan melakukan apa saja untuk blog ini. Hags* Bukan, bukan demi diliat orang laen. Tapi demi gue sendiri *dirajam rame-rame* Yaeyalah, gak enak tau ngeliat tempat curhat berantakan kayak abis diterjang Tsunami. Niat mau curhat, malah jadi bete ntar.

*apa sih, shintaa?*

OH IYAH! Kalo ada yang bingung, navigasinya ada di pictures yang colorful itu, yah :) *tunjuk foto di header* Kali ajah ada yang ngira itu cuma Header Mati ajah. Hehe.


Ehmm. Betewe, hari ini berjalan biasa ajah. Gue agak kelaperan karena suatu alasan yang malu gue umbar (males beli makanan.red) dan kecapekan gara-gara mondar-mandir dengan White Pumps keren tapi ternyata menyiksa di acara tunangan sodara gue. Itu ajah, selebihnya hidup jalan kayak kemaren-kemaren. Buakakakak. Well, till here deh. Mao ngerjain LP fisika yang numpuk dulu. Hoho. Neraka dibuka.

WavingGoodbye,
Shaz Loves Her Life!


AHH, BTW! PLEASE TELL ME IF YOU KNOW SOMEONE OUTTHERE WHO ALSO PUTS THIS SKINS ON THEIR BLOG. thx.

Wednesday, April 8, 2009

Randomness : Dimulai dengan Bogor, diakhiri dengan Laporan Praktikum

Home again. Hahaa!

So now, guys, for those who ever called me anak-durhaka-yang-gak-pernah-pulang, i give my sexy middle finger for ya. lol.

So..
I'm amazed how actually i missed every inch of this house. I missed the scent of my room though everything is still on their positions as i left them so (baca : berantakan to the core. lol). Gue ampe puyeng nyari tempat buat menghempaskan diri di kasur saking itu kasur dipenuhi berbagai macam barang yang gue-gak-tau-apaan =)) Akhirnya, gue nyungsep dan selonjoran ajojing ajah di lante dah ah. Muakakaka. Untung Bi Yayah tetep ngepel + nyapu kamar gue. Xixixi. Kalo enggak―beuhh, kagak tau setebel apa itu debu selama kurun waktu 3 bulan XD.

And guess what? This is what i love the most about this small town.

Udaranya, men. U-D-A-R-A-N-Y-A! Parah, adem banget. Apalagi pas gue nyampe, ujan turun rintik-rintik. Ajojing. Bau ujannya khas Bogor―dan yang paling gue syukuri, gak ada kilat atau PETIR. Buakakakaka. Bahkan setelah ujan berhenti pun; dipukul 16.20 ini; udara masih bersahabat. Nuansa setelah hujan yang gak mendung tapi gak juga terik gini emang kesukaan gue dari jaman orok dan no place could do this better. Bogor has it all. B-)

*hoaaaeemmm*
Ngantuk juga lama-lama ngedeplok dilantai sambil dengerin Avril dan blogging.

Duh. Inilah yang bikin gue males pulang ke Bogor; rasa nyaman ini. Bikin nagih; bikin tetep di Bogor dan gak balik-balik lagi ke Depok yang yaampunpanasnyagakketulungan. Rasanya bego meninggalkan rasa nyaman ini demi titik peluh karena memeras otak di kampus sementara hasilnya pun tetep 0 besar *dipites dosen* Tapi harus diakui juga kalo itu kewajiban gue, utang gue ke enyak-babe yang harus dijalanin walopun otak gue punya kadar jenius cuma sebates mata kaki. Sigh.

Jadi pengen kentut mikirin kuliah. Skip ajah ah.

Sebentar *ambil cemilan*

Ohooho. Nyampe depok gue makin ngebelendung dah nih.

Btw.. Apa, ya, yang beda dari kamar gue? Berasa ada yang ganjil *elus-elus dagu* Poster Avril? Tiga-tiganya ada. Jam Mickey mah emang udah mati dari kapan tau (note : beli batere!). Guling-bantal? Lengkap. Ah sebodo amat dah. Yang penting, it feels hella good to come home! Hoho.

Pengennya sih gue sering-sering pulang ke rumah, tapi meeennn.. Ampun deh, gue kagak nahan keretanyaaa~ Sukur-sukur gue dapet Ekonomi AC ato Express, lha kalo EKONOMI?? Geez, tobat. Kereta ekonomi tuh ibarat Kacang Segala Rasa Bertie's Botts *typo gak sih?* Ada rasa ingus, rasa muntah dsb. Nano-nano versi gembel dah. Nah, kereta ekonomi juga gituu! Mau tau tadi gue dapet kereta rasa apaan? Bujuud, tadi gue dapet kereta yang bau ikan asin dicampur BAU KETEK! Beuh. Ketek mah udah pasti dari mas-mas ABRI sebelah gue, tapi gue gak ngerti darimana tiba-tiba ntuh bau ikan asin berasal. Pokoknya.. Naujubileh. Bayangin ajah dah sendiri, ya, percampuran keduanya. Sekarat gue ngingetnya juga. Reaksi gue sih biasa ajah, as usual, cool sambil gerak-gerakin idung nahan napas dengan terselubung. Untungnya, Alhamdulillah bau ketek akhirnya menghilang setelah tuh ABRI turun di stasiun Citayam walaupun bau ikan asin tetap setia menemani hingga kereta berhenti di Bogor. Sweet. Dan tiada dihindari lagi, inilah yang terjadi selanjutnya :


shinta : assalamualaikum!
mama : walaikumsalaaam. kok baru nyampe?
shinta : iya, tadi makan dulu sama bocah-bocah. laper.
mama : tumben makan ikan asin *ngambil kesimpulan seenaknya*
shinta : HAH? *bingung*
mama : udah sana mandi dulu. kamu udah kayak anak kampung, bau ketek.
shinta : HAAAHH?


Ampun, deh. Besok-besok apa, haa? Baju gue kena iler anak sd alay? BEUH. Mending langsung topless deh gue, sumpah *digiles*

Sebenernya, bukan gara-gara kereta juga sih permasalahannya, tapi juga 'waktu'. Oke, mungkin terkesan lebay; terkesan sok-sibuk.
Have. It. Your. Way :3 capek gue ngejelasin betapa bedanya kesibukan yang gue rasain dan kesibukan temen-temen kalian yang kuliah di tempat yang sama dengan gue :) but well, ini intinya. Kuliah gue full; mentok sementok-mentoknya dari senin sampe jum'at. Dua hari libur, sabtu dan minggu, boro-boro pulang--gue malah harus berkutat dengan laptop dan ngarang bebas buat nyicil laporan praktikum buat hari selasa (dua laporan) dan rabu (satu laporan). Bisa ajah gue pulang, sih, cuma gue pengen yang praktis. Dan pulang sabtu pagi, nyampe rumah, istirahat bentar lanjut kerjain laporan dikit, lanjutin minggu pagi, balik lagi ke kostan minggu siang dan kembali ngerjain laporan JELAS BUKAN ARTI DARI KATA 'PRAKTIS' dalam kamus gue. Emang; emang dalem pengerjaannya gue gak sepenuhnya mikir sendiri, but hell, seandainya lo masih mikir itu 'enteng', you got it all wrong! Please let's just switch. I'm just gonna let you to be me for about 3 weeks. Iya, tiga minggu! Soalnya kagak bakal berasa capeknya kalo cuma seminggu doang, men *evil grins*

Karena itulah, men, gue memutuskan untuk pulang jika dan hanya jika ada liburan panjang ajah. Syakakak. Dan yang aneh, gue gak kangen enyak-babe-adek gue tuh *dirajam* Well, emang nyokap terlalu sering dateng ke kostan, tapi seandainya enggak pun, kayaknya gue masih gak kangen *ngakak setan* *dibuang ke panti asuhan*
Kenapa? Umm, kurang tau, ya. Mungkin faktor kelainan otak.

Pokoknya gitu deh ah. Heran gue, kenapa ini entry jadi ajang curhat loncat-loncat begini? Gak penting pula isinya =)) untungnya ini MASIH blog gue. Jadi seharusnya gak ada yang protes dong yaaa xD. Haha.

Adios,
SHAZ ♥ HER LIFE

Saturday, April 4, 2009

.. And They Finally Knew

Okay. Satu hal tentang blog ini. Awalnya, gue pengen buat ini jadi blog pribadi dan dalam hal ini, gue mau blog ini BENER-BENER gak ada yang tau keberadaannya. But hell only knows why then everyone found out about this blog. Gue gak nyalahin siapa-siapa. Hanya ajah, maksud gue merubah skins dan url adalah karena gue lagi bosen. Bosen sama tampilan blog gue dan bosen sama rutinitas gue. Singkatnya, gue rombak blog gue dengan maksud biar gue bisa tumpahin semuanya di sini. S.E.M.U.A. Ya, semua hal di otak ini yang nyaris bikin gue kejang-kejang dengan mulut berbusa tiap kali mikirinnya *lebay*. Semua hal tentang perasaan gue.

Dan itulah masalahnya.

Kalo lo tau gue, lo harusnya ngerti kalo gue adalah orang yang tertutup soal perasaan. Gue malu ngungkapin apa yang gue rasa karena gue gak pengen dikasihani atau dianggap bermasalah atau dianggap lebay karena membesar-besarkan masalah atau di’prihatin’kan *jiah, bahasa mana pula itu*. Apa yang gue tunjukkin di luar, itulah yang gue pengen mereka semua liat tentang gue. Apa gunanya kalo mereka semua tau masalah atau perasaan gue yang sebenernya? Sehebat apapun mereka dalam memberi ocehan berbentuk kata-kata bijak atau kata mutiara, tetep ajah gue yang bertindak sebagai filter di sini—gue lah yang membantu diri gue sendiri. Ujung-ujungnya balik lagi ke gue. Dan that’s why, curhat tentang hal yang mengganjal hati dan pikiran gue ke orang lain hanya akan menambah kerumitan masalah yang lagi gue hadepin. Terlalu banyak orang yang merasa bisa nempatin diri mereka sebagai gue. Mulai menerka tindakan yang seharusnya dilakukan dan mana yang seharusnya tidak dilakukan while in facts, gak semuanya guna. Gak semuanya berbobot sebagai saran; yang ada, mereka terkesan ngegampangin masalah gue. Dan gue gak suka mereka ngegampangin masalah gue. Masalah emang sering muncul dan hinggap di gue, tapi gue cukup terkontrol dan terlatih untuk bisa menutupinya. Dan ini artinya lagi, saat gue ada masalah dan berimbas pada ekspresi gue, itu artinya MASALAH GUE GAK CUMA SERINGAN BULU KETEK LO! Do I make myself clear here?

*narik nafas* *kentut*

Banyak orang yang gak tau gue yang sebenernya; gue yang bisa ngelupain masalah gue saat bersama sahabat-sahabat gue kala matahari masih muncul dan gue yang saat malam datang malah menganggap setan pun kalah menakutkan dari semua masalah yang kembali menusuk-nusuk otak gue.

Mereka juga gak sadar kalo gue JAUH lebih mencintai sepi daripada keramaian; gue lebih menikmati kesendirian gue daripada saat-saat dimana gue harus berinteraksi, memasang senyum dan mengkungkung masalah serta berbasa-basi busuk di hadapan orang-orang. Gue yang menunda menyelesaikan masalah hingga saat sudah menumpuk, gue akan meledak atau minimal terkikis perlahan karena masalah-masalah itu memakan gue dari dalam.

Gue, Hawa yang menekan perasaan terhadap Adam karena bocah-bocah yang terikat oleh sebuah ikatan berlabel persahabatan. Gue jelas tidak ingin menghancurkan sebuah persahabatan hanya karena cinta.

Gue, bersikap seperti badut ancol yang jayus dan lenjeh hanya agar saat gue keceplosan membicarakan masalah gue, orang-orang akan mengganggap itu semua sebagai gurauan, kelebayan tingkat tinggi dan tidak berefek apapun bagi gue.

Munafik? Mungkin.

Bego? Sangat.

Masa depan surem? Astagfirullah, amit-amit, jangan sampe *digetok*

Karena itu gue lebih senang menumpahkan segala sesak yang menghimpit dalam blog. Gak ada yang berkomentar, karena SEHARUSNYA tidak ada yang tahu blog ini. Gak ada yang berpikir dirinya bijak dan oh-my-gue-enak-banget-lho-diajak-curhat karena blog bahkan tidak punya bibir untuk berucap. Gak ada yang menghakimi, meremehkan dan menatap masalah gue sebelah mata karena dari awal ‘ia’ hanya bergeming. Tenang; sepi. Dan udah gue bilang kalau gue mencintai sepi.

Sekarang, gue harus menghapus entry-entry penuh kata-kata hujatan terhadap segala hal. Menghapus entry saat gue menumpahkan perasaan sampe gue termehek ingusan di depan laptop. Gue juga harus menghapus segala kata yang terukir saat hati gue patah. Dua orang udah tau blog gue karena mereka iseng mendeteksi lewat Google -.-;; dan entahlah.. mungkin mereka akan meneruskannya pada beberapa orang lain karena merasa takjub akan ‘ketelanjangan’ pikiran dan perasaan gue yang PERNAH tertuang dalam blog ini. Tapi mereka gak akan menemukannya lagi. Semua yang penting telah terhapus karena mereka gak perlu tahu. In fact, mereka tidak punya hak untuk tahu tentang apa yang gue anggap tabu untuk diperbincangkan di permukaan. Mereka tidak punya hak dan akses untuk menelurusi perasaan dan menjelajahi pikiran gue. So that’s it, adios for all of that! Dan selamat datang kembali, Topeng.

This blog is now officially open for public. Again, as usual, bakal jarang gue apdet karena gue gak tau lagi apa yang bakal gue ngemengin di sini. But still—welcome, people 
****

Dan btw, hehe. Terkesan masalah gue itu berat banget yah? *lirik tulisan di atas* Terkesan sebagai aib? NYAHAHAHAHA. Enggak, kok, enggak. Orang tua gue masih mesra-mesra ajah, kagak cerai *ditendang emak-babe* Gue juga kagak hamiiilll, woooyy, amit-amit cabang bayii. Terus alhamdulillah gue kagak minum alcohol dan kagak gunain drugs. Terus, terus.. gue juga kagak punya catetan kejahatan—kecuali kalo nyontek dan ngantuk saat pelajaran itu bisa dikategorikan sebagai kejahatan. NYAHAHAHA. Jadi yeah.. again. Yang gue maksud masalah di sini adalah masalah SIMPLE yang gue tanggepin dengan akal dan perasaan yang berlebihan, as you guys always said. Untuk sekarang sih, gue lagi gak ada masalah apapun sama siapapun. Apa yang tertulis di sini hanya gambaran secara umum dan tidak bermaksud menyentil siapapun. I’m totally fine and having fun with my life now. Jadi..

DITHA, DINII.. GUE TUNGGU SAATNYA KITA AJOJINGAN BARENG LAGI! XOXOXO.
X)

BlowingKisses,