CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Wednesday, September 8, 2010

I'm All Alone

Tahun macam apa ini? SAMPAH.
Orang-orang macam apa ini? SAMPAH.

Orang-orang ini berkarakter racun -- saling menikam, menggunjing, sok tahu, sok pandai, sok lebih HEBAT, hobi menyalahkan dan pemaksa. Semua berkedok malaikat yang riang, yang seolah hidup dalam Firdaus.

Ini yang mereka sebut Firdaus? Otak udang! Ini lingkaran setan -- lebih buruk dari neraka mentalitas. Bibir mereka paruh busuk nan tajam; sementara mereka berbicara, sativa comberan muncrat kemana-mana -- merebus hidup-hidup bongkah hati yang dikenainya.

Gue ingin teriak, 'Keluarkan gue dari SINI! SEKARANG!' Tapi siapa yang mendengar? Siapa yang mau ngeluarin gue? Dan bukan itu masalahnya. GUE-lah yang terlalu pengecut untuk bercerita dan mengumbar. Gue yang terlalu sok kuat buat menahan semua-muanya. Gue yang terlalu naive untuk menutupi semua borok ini. Minum Baygon enak juga kayaknya sambil nonton semua drama topeng monyet ini. HAHAHA.

Gue gak bisa cerita, jadi gue harus melarikan diri. JAAAAAUUUUUUUH dari sini -- bukan secara fisik, tentu, tapi mental.

Tapi kemana? Saking ceteknya otak dan tertutupnya gue, gue gak punya siapa-siapa yang dekeeet banget sama gue; yang tau semua busuknya gue. 'Temen yang cuma temen' atau 'orang yang selintas kenal' atau 'kenal mah kenal tapi gak deket' atau 'oh, dia temen MAIN gue' -- itu arti keberadaan gue di mata orang-orang. Gak usah menghibur. Gue tau, kok, emang gitu kenyataannya. Dan gue jauh lebih dekat dengan kenyataan dibanding siapapun.

Gue kenal banyak orang, tapi entah kenapa dari sekian banyak orang itu, saat ini gue gak bisa menemukan orang yang bisa gue ajak ngobrol untuk mengalihkan kekesalan, kekecewaan *pret* dan rasa takut gue dalam waktu bersamaan. Sebenernya ada yang bisa dan sangat ingin gue ajak ngobrol, tapi plang-plang busy mereka membuat gue sungkan. So, again, here I am -- menumpahkan semuanya ke blog; dalam rangkaian kalimat galau menjijikan. Sekarang gue sadar banget kalo selama ini gue sendirian, dalam arti sebenar-benarnya.

Well, maaf kalo terkesan gue gak bersyukur atau lancang atau kurang ajar atau apa. Gue juga gak mau gini, kok. Gue pengen bisa nulis rangkaian kata indah penuh makna dungdungpretpuih; pengen bisa menye-menye cerita ke orang tentang kenapa gue bete/galau/kesel dan pengen bisa menikmati semua rasa kasihan dan perhatian dari orang-orang yang denger curhat gue -- tapi itu bukan gue. Gue gak mau, dan gue gak bisa seperti itu. Sigh, mau gimana, emosi dan perasaan emang bukan bagian yang secara sukarela bisa gue bagi-bagi, sih. Haha.

So, yeah, untung gelap. Kadang PLN emang tau saat yang tepat buat matiin lampu :p

Sekali lagi, gue gak minta, lho, untuk jadi kayak gini. Kasian, ya, gue.


0 komentar:

Post a Comment