CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Wednesday, March 14, 2012

Ini Cerita Gue, Bukan Cerita Lo.

*lirik post sebelumnya* Wah. Challengenya masih belom gue kerjain lagi, ngomong-ngomong. Masih Day One ajah. Hahaha.

Anyway, here I come again! Yeah, kali ini gue bukan mau ngerjain Challenge Day Two, tapi mau cerita ajah. Hari ini cukup random sih. Dari 4 mata kuliah, gue cuma masuk satu mata kuliah doang; itupun mata kuliah pilihan untuk semester ini. Pas mata kuliah wajin, gue malah cabut karena mau ketemu Ganesh di Margo City dan sekarang baru pulang. Selesai. Beres.

*hening*

*digampar karena masang postan gak mutu*

Gak, ding. Yang gue mau ceritain bukan itu. Gue cuma mau nyeritain betapa betenya hari ini karena suatu sebab. Kejadiannya dimulai saat gue membuka blog seorang kenalan gue yang isinya, well, bisa dibilang mirip dengan blog gue ini. Bukan, bukan dari segi ceritanya, tapi dari pemilihan kata-kata dan kalimat yang dipakai oleh orang tersebut di blognya. Beberapa bahkan ada yang sangat mirip—Ganesh (gue sempet nunjukkin blog yang bermasalah tersebut ke dia), Ditha dan Marion pun bilang  kalau saat dia baca beberapa postan di blog itu, dia ngerasa kayak deja vu dan langsung inget blog gue. So, that means it's not just me, right? 


I know, I know. Gue gak bisa mengklaim suatu gaya bahasa—bahkan gaya bahasa gue sendiri dibentuk dengan berbagai pengaruh dari gaya bahasa orang lain. Gue juga gak bisa meng-hak-paten-kan suatu kalimat yang gue rasa pernah gue gunakan sebelumnya. Banyak orang di dunia menggunakan kalimat yang sama setiap 3 detik sekali dan gue juga gak sebegitu bodohnya untuk gak mengetahui hal itu. Gue juga enggak mau dan gak bisa mendeklarasikan kalau gaya menulis gue adalah orisinil karena God only knows seberapa persen kerorisinilan gue ketika membandingkan dengan banyaknya buku/cerita/artikel yang gue pernah baca; yang setiap rangkaian kalimat di dalamnya kerap kali menjadi pengaruh, inspirasi dan motivasi gue untuk mencoba menulis. 


"Orisinil buat gue adalah ketika lo bisa menulis sesuatu yang lucu tanpa pernah membaca humor. 
Orisinil adalah ketika lo bisa menulis sesuatu yang menyedihkan tanpa pernah membaca tragedi.
Orisinil adalah ketika lo bisa menulis sesuatu yang romantis tanpa pernah membaca tentang cinta.
Orisinil adalah ketika lo bisa menulis sesuatu yang memuakan tanpa pernah membaca tentang kebencian.
Orisinil adalah ketika lo bisa menulis sesuatu yang kasar dan menyakiti hati tanpa pernah membaca tentang kemarahan. "


Dan faktanya adalah, tidak ada sesuatu pun ciptaan manusia yang benar-benar orisinil; yang benar-benar datang dari diri sendiri. Atau, salahkah gue?


Dengan segala kata-kata gue di atas, seharusnya gue hampir tidak punya hak untuk menghakimi si pemilik blog ini. Tapi gimana, ya—it just not feels right. Orang ituwalaupun sedang merasakan hal, mengalami kejadian atau melewati fase yang sama seperti yang gue pernah alami—seharusnya tidak menggunakan kata-kata yang sedemikian miripnya, kan? Iya, kan? Biarpun gue mendapat pengaruh besar dari setiap literatur yang gue baca, gue selalu berusaha untuk tidak meniru. Dan biarpun sedikit dan lambat, tapi gue yakin kemampuan merangkai kata-kata gue sekarang lebih berkembang dari titik awal gue mulai menulis walaupun tidak bisa dikategorikan 'bagus'. Gue belajar memutar kata dan menjungkirbalikkan tanda baca. Sedang dan masih akan. Dan dengan kejadian ini, entah kenapa gue merasa dicurangi.


Mungkin gue akan bersikap cuek dan gak buang-buang waktu untuk merasa kesal kalau gue gak kenal siapa pemilik blognya. Nyatanya, gue kenal—dan gue tau dia beberapa kali pernah mampir ke blog gue. Inilah masalahnya. Hal ini, nih, yang bikin gue jadi suudzon. Haha. 


Well, gak ngerti juga deh. Gue gak ngerti kenapa gue post masalah ini di sini dan terkesan membesar-besarkan. Mungkin gue ajah yang lagi besar kepala dan kepedean. Mungkin gue belom siap famous (atau sama sekali belom pernah ngerasain famous) sampe-sampe hal skala cetek begini ajah dipermasalahin. Ah.. seandainya gue dari bayi udah jadi Hollywood's Favourite, pasti gue gak akan sok-sok-bete-emang-siapa-elo kayak gini. Gue bakalan kalem doang liat rambut gue ditiruin kayak Rihanna, Jessie J dan Katy Perry. Gue bakal cuma senyum maklum saat orang memakai pakaian-pakaian trademark gue, kayak Britney Spears atau Agyness Deyn. Gue bakal cuma tertawa kecil penuh pesona (shot) saat makanan favorite gue mulai diminati dan orang-orang mulai meng-quote kata-kata gue. Gue bakalan cuma bengong seksi saat gaya gue membunyikan huruf  'R' ditiru gadis-gadis remaja di seluruh dunia (penting abiiiiisss).


Yah, mungkin ini sebenarnya tidak penting. Mungkin ini hanya masalah seberapa besar kadar Drama Queen dalam diri gue. Mungkin ini hanya masalah tingkat kefamousan (apapula tingkat kefamousan) gue. Tapi ya sudahlah, ini bukan masalah lo. Ini masalah gue. Dan ini blog gue, bukan blog lo. Jadi mari kita sudahi saja segala racauan random ini dan memeluk guling (guling gue, bukan guling lo).


—ya sudah. Daaaaahh~ Da-daaaaahh~ DAAAAAAH~ DAAAA-DAAAAAAAAAAAHH~!

0 komentar:

Post a Comment