I hate losing! You know that, but you still do that to me. A gazillion times. You beat me every - single - time. You always win. Always. Even when I thought I had a control/chance for once, at the end of the day it was still me who didn't get the trophy.
I was looking for you.
I was waiting.
I was wondering.
Goddamit! You win. Again.
Start counting the white flags, then.
I have none.
Happy?
So show up and show me that idiotic and childish grin of yours now. ASAP.
Monday, April 9, 2012
Wednesday, March 14, 2012
Ini Cerita Gue, Bukan Cerita Lo.
*lirik post sebelumnya* Wah. Challengenya masih belom gue kerjain lagi, ngomong-ngomong. Masih Day One ajah. Hahaha.
Anyway, here I come again! Yeah, kali ini gue bukan mau ngerjain Challenge Day Two, tapi mau cerita ajah. Hari ini cukup random sih. Dari 4 mata kuliah, gue cuma masuk satu mata kuliah doang; itupun mata kuliah pilihan untuk semester ini. Pas mata kuliah wajin, gue malah cabut karena mau ketemu Ganesh di Margo City dan sekarang baru pulang. Selesai. Beres.
*hening*
*digampar karena masang postan gak mutu*
Gak, ding. Yang gue mau ceritain bukan itu. Gue cuma mau nyeritain betapa betenya hari ini karena suatu sebab. Kejadiannya dimulai saat gue membuka blog seorang kenalan gue yang isinya, well, bisa dibilang mirip dengan blog gue ini. Bukan, bukan dari segi ceritanya, tapi dari pemilihan kata-kata dan kalimat yang dipakai oleh orang tersebut di blognya. Beberapa bahkan ada yang sangat mirip—Ganesh (gue sempet nunjukkin blog yang bermasalah tersebut ke dia), Ditha dan Marion pun bilang kalau saat dia baca beberapa postan di blog itu, dia ngerasa kayak deja vu dan langsung inget blog gue. So, that means it's not just me, right?
I know, I know. Gue gak bisa mengklaim suatu gaya bahasa—bahkan gaya bahasa gue sendiri dibentuk dengan berbagai pengaruh dari gaya bahasa orang lain. Gue juga gak bisa meng-hak-paten-kan suatu kalimat yang gue rasa pernah gue gunakan sebelumnya. Banyak orang di dunia menggunakan kalimat yang sama setiap 3 detik sekali dan gue juga gak sebegitu bodohnya untuk gak mengetahui hal itu. Gue juga enggak mau dan gak bisa mendeklarasikan kalau gaya menulis gue adalah orisinil karena God only knows seberapa persen kerorisinilan gue ketika membandingkan dengan banyaknya buku/cerita/artikel yang gue pernah baca; yang setiap rangkaian kalimat di dalamnya kerap kali menjadi pengaruh, inspirasi dan motivasi gue untuk mencoba menulis.
Dan faktanya adalah, tidak ada sesuatu pun ciptaan manusia yang benar-benar orisinil; yang benar-benar datang dari diri sendiri. Atau, salahkah gue?
Dengan segala kata-kata gue di atas, seharusnya gue hampir tidak punya hak untuk menghakimi si pemilik blog ini. Tapi gimana, ya—it just not feels right. Orang itu—walaupun sedang merasakan hal, mengalami kejadian atau melewati fase yang sama seperti yang gue pernah alami—seharusnya tidak menggunakan kata-kata yang sedemikian miripnya, kan? Iya, kan? Biarpun gue mendapat pengaruh besar dari setiap literatur yang gue baca, gue selalu berusaha untuk tidak meniru. Dan biarpun sedikit dan lambat, tapi gue yakin kemampuan merangkai kata-kata gue sekarang lebih berkembang dari titik awal gue mulai menulis walaupun tidak bisa dikategorikan 'bagus'. Gue belajar memutar kata dan menjungkirbalikkan tanda baca. Sedang dan masih akan. Dan dengan kejadian ini, entah kenapa gue merasa dicurangi.
Mungkin gue akan bersikap cuek dan gak buang-buang waktu untuk merasa kesal kalau gue gak kenal siapa pemilik blognya. Nyatanya, gue kenal—dan gue tau dia beberapa kali pernah mampir ke blog gue. Inilah masalahnya. Hal ini, nih, yang bikin gue jadi suudzon. Haha.
Well, gak ngerti juga deh. Gue gak ngerti kenapa gue post masalah ini di sini dan terkesan membesar-besarkan. Mungkin gue ajah yang lagi besar kepala dan kepedean. Mungkin gue belom siap famous (atau sama sekali belom pernah ngerasain famous) sampe-sampe hal skala cetek begini ajah dipermasalahin. Ah.. seandainya gue dari bayi udah jadi Hollywood's Favourite, pasti gue gak akan sok-sok-bete-emang-siapa-elo kayak gini. Gue bakalan kalem doang liat rambut gue ditiruin kayak Rihanna, Jessie J dan Katy Perry. Gue bakal cuma senyum maklum saat orang memakai pakaian-pakaian trademark gue, kayak Britney Spears atau Agyness Deyn. Gue bakal cuma tertawa kecil penuh pesona (shot) saat makanan favorite gue mulai diminati dan orang-orang mulai meng-quote kata-kata gue. Gue bakalan cuma bengong seksi saat gaya gue membunyikan huruf 'R' ditiru gadis-gadis remaja di seluruh dunia (penting abiiiiisss).
Yah, mungkin ini sebenarnya tidak penting. Mungkin ini hanya masalah seberapa besar kadar Drama Queen dalam diri gue. Mungkin ini hanya masalah tingkat kefamousan (apapula tingkat kefamousan) gue. Tapi ya sudahlah, ini bukan masalah lo. Ini masalah gue. Dan ini blog gue, bukan blog lo. Jadi mari kita sudahi saja segala racauan random ini dan memeluk guling (guling gue, bukan guling lo).
—ya sudah. Daaaaahh~ Da-daaaaahh~ DAAAAAAH~ DAAAA-DAAAAAAAAAAAHH~!
Anyway, here I come again! Yeah, kali ini gue bukan mau ngerjain Challenge Day Two, tapi mau cerita ajah. Hari ini cukup random sih. Dari 4 mata kuliah, gue cuma masuk satu mata kuliah doang; itupun mata kuliah pilihan untuk semester ini. Pas mata kuliah wajin, gue malah cabut karena mau ketemu Ganesh di Margo City dan sekarang baru pulang. Selesai. Beres.
*hening*
*digampar karena masang postan gak mutu*
Gak, ding. Yang gue mau ceritain bukan itu. Gue cuma mau nyeritain betapa betenya hari ini karena suatu sebab. Kejadiannya dimulai saat gue membuka blog seorang kenalan gue yang isinya, well, bisa dibilang mirip dengan blog gue ini. Bukan, bukan dari segi ceritanya, tapi dari pemilihan kata-kata dan kalimat yang dipakai oleh orang tersebut di blognya. Beberapa bahkan ada yang sangat mirip—Ganesh (gue sempet nunjukkin blog yang bermasalah tersebut ke dia), Ditha dan Marion pun bilang kalau saat dia baca beberapa postan di blog itu, dia ngerasa kayak deja vu dan langsung inget blog gue. So, that means it's not just me, right?
I know, I know. Gue gak bisa mengklaim suatu gaya bahasa—bahkan gaya bahasa gue sendiri dibentuk dengan berbagai pengaruh dari gaya bahasa orang lain. Gue juga gak bisa meng-hak-paten-kan suatu kalimat yang gue rasa pernah gue gunakan sebelumnya. Banyak orang di dunia menggunakan kalimat yang sama setiap 3 detik sekali dan gue juga gak sebegitu bodohnya untuk gak mengetahui hal itu. Gue juga enggak mau dan gak bisa mendeklarasikan kalau gaya menulis gue adalah orisinil karena God only knows seberapa persen kerorisinilan gue ketika membandingkan dengan banyaknya buku/cerita/artikel yang gue pernah baca; yang setiap rangkaian kalimat di dalamnya kerap kali menjadi pengaruh, inspirasi dan motivasi gue untuk mencoba menulis.
"Orisinil buat gue adalah ketika lo bisa menulis sesuatu yang lucu tanpa pernah membaca humor.
Orisinil adalah ketika lo bisa menulis sesuatu yang menyedihkan tanpa pernah membaca tragedi.
Orisinil adalah ketika lo bisa menulis sesuatu yang romantis tanpa pernah membaca tentang cinta.
Orisinil adalah ketika lo bisa menulis sesuatu yang memuakan tanpa pernah membaca tentang kebencian.
Orisinil adalah ketika lo bisa menulis sesuatu yang kasar dan menyakiti hati tanpa pernah membaca tentang kemarahan. "
Orisinil adalah ketika lo bisa menulis sesuatu yang memuakan tanpa pernah membaca tentang kebencian.
Orisinil adalah ketika lo bisa menulis sesuatu yang kasar dan menyakiti hati tanpa pernah membaca tentang kemarahan. "
Dan faktanya adalah, tidak ada sesuatu pun ciptaan manusia yang benar-benar orisinil; yang benar-benar datang dari diri sendiri. Atau, salahkah gue?
Dengan segala kata-kata gue di atas, seharusnya gue hampir tidak punya hak untuk menghakimi si pemilik blog ini. Tapi gimana, ya—it just not feels right. Orang itu—walaupun sedang merasakan hal, mengalami kejadian atau melewati fase yang sama seperti yang gue pernah alami—seharusnya tidak menggunakan kata-kata yang sedemikian miripnya, kan? Iya, kan? Biarpun gue mendapat pengaruh besar dari setiap literatur yang gue baca, gue selalu berusaha untuk tidak meniru. Dan biarpun sedikit dan lambat, tapi gue yakin kemampuan merangkai kata-kata gue sekarang lebih berkembang dari titik awal gue mulai menulis walaupun tidak bisa dikategorikan 'bagus'. Gue belajar memutar kata dan menjungkirbalikkan tanda baca. Sedang dan masih akan. Dan dengan kejadian ini, entah kenapa gue merasa dicurangi.
Mungkin gue akan bersikap cuek dan gak buang-buang waktu untuk merasa kesal kalau gue gak kenal siapa pemilik blognya. Nyatanya, gue kenal—dan gue tau dia beberapa kali pernah mampir ke blog gue. Inilah masalahnya. Hal ini, nih, yang bikin gue jadi suudzon. Haha.
Well, gak ngerti juga deh. Gue gak ngerti kenapa gue post masalah ini di sini dan terkesan membesar-besarkan. Mungkin gue ajah yang lagi besar kepala dan kepedean. Mungkin gue belom siap famous (atau sama sekali belom pernah ngerasain famous) sampe-sampe hal skala cetek begini ajah dipermasalahin. Ah.. seandainya gue dari bayi udah jadi Hollywood's Favourite, pasti gue gak akan sok-sok-bete-emang-siapa-elo kayak gini. Gue bakalan kalem doang liat rambut gue ditiruin kayak Rihanna, Jessie J dan Katy Perry. Gue bakal cuma senyum maklum saat orang memakai pakaian-pakaian trademark gue, kayak Britney Spears atau Agyness Deyn. Gue bakal cuma tertawa kecil penuh pesona (shot) saat makanan favorite gue mulai diminati dan orang-orang mulai meng-quote kata-kata gue. Gue bakalan cuma bengong seksi saat gaya gue membunyikan huruf 'R' ditiru gadis-gadis remaja di seluruh dunia (penting abiiiiisss).
Yah, mungkin ini sebenarnya tidak penting. Mungkin ini hanya masalah seberapa besar kadar Drama Queen dalam diri gue. Mungkin ini hanya masalah tingkat kefamousan (apapula tingkat kefamousan) gue. Tapi ya sudahlah, ini bukan masalah lo. Ini masalah gue. Dan ini blog gue, bukan blog lo. Jadi mari kita sudahi saja segala racauan random ini dan memeluk guling (guling gue, bukan guling lo).
—ya sudah. Daaaaahh~ Da-daaaaahh~ DAAAAAAH~ DAAAA-DAAAAAAAAAAAHH~!
Saturday, February 18, 2012
Day 1 : 5 Basic Facts About Me
Okay, day one. It's been so long ago since I do this kinda stuff - Blog Challenge. Now I'm all excited and nervous at the same time. Hahaha. Oh, well. 5 Basic Facts About Me?
1. Fakta dasar - Identitas Gue.
2. I ❤ Music
Ngomongin fakta dasar ya berarti gak jauh-jauh dari identitas asli gue dong, ya. Secara kan identitas seseorang kan merupakan sesuatu hal yang gak bisa diabaikan gitu ajah *halah* Kalo lo pengen tau fakta-fakta tentang gue, ya berarti lo harus terlebih dahulu tau fakta kalo nama gue adalah Shinta Vazriana (penting gila). Umur gue 22 tahun. Gue cewek—asli beneran, gak ada campuran gender lain. Saat gue nulis ini, gue sedang akan menjalani (Insya Allah) tahun terakhir gue kuliah di jurusan Teknik Informatika suatu universitas swasta berkelas dunia di Depok. Apa nama universitasnya? Yaelah, lo scroll ke bawah ajah, baca postan gue sebelum-sebelumnya. Lo pasti akan menemukan suatu nama universitas tempat gue bernaung dan menuntut ilmu sekarang ini. Oh, bukan. Gue bukannya malu menyebut nama kampus gue. Gue cuma pengen lo pada baca isi blog gue ajah. Itung-itung promosi.
Anyway, nama gue itu asli dan satu-satunya. Dalam arti, itu beneran orang tua gue sendiri yang ngasih nama. Jadi, Insya Allah gue bukan anak pungutan dari mana-mana. Juga, gue bukanlah seorang agen mata-mata internasional yang mendapat identitas baru demi melindungi keamanan rahasia suatu negara. Memangnya Anda pikir saya siapa? Aktris laga di film-film spionase? *hehiniapaansih* Ya pokoknya begitulah. Saya mah cuma orang biasa yang hidupnya lurus-lurus ajah. Abis mau ngambil jalan hidup yang rada bengkok juga, takut kena azab ibu. Ya mending cari aman ajah—cari jalan yang lempeng ke surga. Mudah-mudahan di sepanjang jalan menuju surga itu saya bisa sekalian ketemu pria ganteng nan soleh, berotot kekar, romantis, pintar dan punya tabungan di bank di swiss. Amin.
Seriusan, as for music, gak ada waktu yang gak tepat buat musik. Gue selalu dengerin musik kapanpun gue bisa. Saat gue seneng, bete, feeling dorky, jahat, empet, flu, perut kembung, mual, datang bulan, dizolimi pacar, menzolimi pacar *heh*—music was there. Always. Bahkan kayaknya cuma musik doang yang punya magic power buat ngilangin bete atau kegalauan gue *eaaaa* I mean, gue itu orang yang sangat moody, lho. Kalo udah dicuekin, bener-bener suntuk gak ada kerjaan ato sedang terombang-ambing di dalam sebuah rencana-rencana tidak jelas yang direncanakan oleh orang-orang tidak kalah enggak jelas, gue pasti bakal langsung bete. Diem; tapi dalem hati mengobrak-abrik sesuatu *halah* Di saat-saat kayak ginilah, musik bekerja dengan cara sempurna buat gue. Saat gue sangat bete sampe nangis sekalipun, kalo udah dengerin musik, pasti langsung ilang betenya. Lupa keselnya. Dengan muka sesenggukan dan umbel tarik-ulur, gue pasti langsung dengerin ato sing along. Fail banget pokoknya—dari sedih durjana dan galau gundah gulana langsung nyanyi-nyanyi gak jelas. Anak kecil ajah masih punya harga diri; gak langsung diem kalo lagi nangis terus dikasih permen. Ini gue malah gampang banget. Emang, deh, selalu kalah gue sama musik. Intinya, sih, musik punya peranan yang besar buat gue, tapi kalo dijabarin, bisa panjang. Maybe I’ll save it for another post.
3. Baca buku = heaven on earth!
As for books—man! Gue gak pernah bosen baca buku! Gue seneng BANGET baca buku. Orang yang kenal gue pasti tau kalo di waktu senggang, gue paling suka baca buku sambil dengerin musik. Kalo boleh milih, sebenernya gue lebih milih baca dibanding harus nonton film di bioskop, karaokean ato pacaran di malem minggu sekalipun. Emang, sih, buku yang gue baca cuma buku-buku fiksi yang ceritanya klasik dan ketebak banget alurnya, tapi buat gue, asyik ajah gitu baca buku. Gue bahkan gak bisa ngasih penjelasan yang lebih baik tentang how it takes you another place, to another time. You feel like you’re not in your own world anymore—you’ve travelled through time and space. Saat baca buku, lo bisa jadi sebebas apapun yang lo mau. Lo membaca cerita dan lo menafsirkan sendiri apa yang lo baca. Lo memperhatikan deskripsi si tokoh utama dan otak lo mulai berimajinasi, membentuk suatu visualisasi tentang bagaimana bentuk dari si tokoh menurut versi lo sendiri. Ato bahkan, lo mulai mencari titik-titik persamaan dengan artis-artis yang lo kenal dan mulai berfantasi melanjutkan cerita dengan si artis sebagai tokoh sentral cerita. It sounds mad, but it excites me. Selain menunda kerjaan, mungkin bakat alami gue adalah berkhayal. Mungkin itu sebabnya gue seneng banget baca buku. Karena bakat mengkhayal gue mencapai batas maksimumnya saat gue lagi baca buku. Hahahha. Buat gue, dari dulu deretan kalimat enggak pernah bikin gue pusing. Gue juga gak ada masalah sama membaca cepat. Entah kenapa, ya, gue pasti bisa menghabiskan buku setebal 700 halaman atau lebih dalam semalam kalo menurut gue ceritanya menarik. Dan gue bakal bisa langsung nyeritain ulang. Tapi balik lagi, ya semua tergantung jenis buku dan ceritanya. Kalo lo kasih gue buku Algoritma dan Pemrograman Dasar setebel 10 halaman, gue sih gak janji satu halaman pun bakal abis gue baca. Gue jual lagi yang ada. Haha.
Biasanya sih kalo lagi baca, gue udah siapin cemilan bejibun dan kunci kamar rapet-rapet. Kenapa harus kunci kamar? Yeah, well.. Walaupun gue gak ada masalah konsentrasi saat baca buku di tempat yang rame, tapi tetep ajah ya broooooo baca buku di tempat yang tenang itu adalah sesuatu yang mendatangkan kenyamanan. Sama ajah kayak boker. Gue yakin gak ada orang yang masalah boker di tempat umum, tapi toh tetep ajah, boker yang paling nyaman adalah boker di kamar mandi sendiri yang tenang gak berisik, kan? yah.. kurang lebih samalah.. *analoginyajorokbangetwoi*
Biasanya sih kalo lagi baca, gue udah siapin cemilan bejibun dan kunci kamar rapet-rapet. Kenapa harus kunci kamar? Yeah, well.. Walaupun gue gak ada masalah konsentrasi saat baca buku di tempat yang rame, tapi tetep ajah ya broooooo baca buku di tempat yang tenang itu adalah sesuatu yang mendatangkan kenyamanan. Sama ajah kayak boker. Gue yakin gak ada orang yang masalah boker di tempat umum, tapi toh tetep ajah, boker yang paling nyaman adalah boker di kamar mandi sendiri yang tenang gak berisik, kan? yah.. kurang lebih samalah.. *analoginyajorokbangetwoi*
4. Nulis/Blogging = Curhat = Pelampiasan.
Berhubungan sama baca, gue rasa udah suatu hal yang pasti kalo orang suka baca, pasti punya kemampuan untuk nulis—ato setidaknya, suka nulis. Dan karena gue suka baca, gue juga jadi suka nulis, deh. Blog ini (dan blog-blog gue lainnya yang nyampah di seluruh pelosok jagad dunia maya) dan RPGan di IH adalah salah satu contoh kecil dari bentuk kesukaan gue nulis. Nulis itu merupakan suatu ‘pelampiasan’ lain buat gue selain pup. Yeah, ibaratnya, kalo pup itu ‘pelampiasan’ secara fisik, kalo nulis itu ‘pelampiasan’ untuk emosi dan mental.
Gue rasa banyak alesan kenapa seseorang suka nulis, salah satunya mungkin karena saat nulis, lo berada dalam fase ‘memegang kendali’. Sama kayak baca buku, saat nulis, gue juga merasa bebas ajah. Bebas menentukan alur cerita. Bebas menentukan karakter. Bebas menentukan akhir. Saat menulis, I am the God for my own story. Bisa memungkinkan semua hal dilakukan dan bisa melakukan hal-hal yang bahkan gak wajar sekalipun.
Curhat lewat tulisan juga sama, bebas. Bisa tumpah semua tanpa gangguan. Gak ada interupsi (kecuali kalo lo udah pegel ngetik, itu lain soal). Gue sendiri lebih milih curhat lewat tulisan, karena lebih bebas. Buat gue, curhat ke orang lain itu.. apa ya? Gak asyik ajah. Kadang ada rasa sungkan untuk ngasih tau semua detail masalah lo, karena saat lo mulai cerita ajah, kadang-kadang udah muncul delikan-delikan ngejudge ato pandangan-pandangan pengen tau yang jelalatan. Kesannya curhatan gue bakal jadi bahan gossip yang juicy banget. Honestly, it annoys me a lot. Gue paling gak suka deh dijudge—bukan berarti gue gak berhak dijudge juga sih, ya gue cuma gak suka ajah. Tapi seriusan, deh. Pas ada masalah, menulis dan dengerin musik adalah terapi yang paling jitu buat gue. Kalo belom nulis, dengerin musik sebanyak apapun juga gak akan begitu banyak membantu, karena masalahnya juga belom dikeluarin. Menulis ibarat mengeluarkan racun dari luka dan musik adalah antiseptiknya. Musik juga nutup lukanya--tapi kalo racunnya belom dikeluarin, lukanya gak akan pernah sembuh, kan?
Ya nulis bukan berarti selalu curhat, sih. Pelampiasannya bisa dalem bentuk wordplay juga. Ato bikin cerita. Gak melulu tiap bete gue pasti ngeblog menye-menye. Buat gue yang penting nulis dulu. Bentuknya apa, itu gimana ntar ajah. Bahkan kadang-kadang nulis satu-dua kata ajah udah bisa melampiaskan, kok. Menulis panjang itu masalah tingkat kepuasan nulis sama waktu yang tersedia ajah. Yang pasti, menulis jelas merupakan hal yang basic buat gue, walaupun gak banyak orang yang 'ngeh' :p
5. Procrastinator is.. ME. Definitely.
Oh, yeah. Gue procrastinator paling berkualitas di dunia. And not that I'm proud about that, tapi mau ngilangin sifat yang satu ini juga susah banget. Huh. Sebenernya, gue gak semales itu juga sih, sampe tiap kerjaan gue tunda *menyelamatkan sisa harga diri* Tapi ya enggak semua kerjaan langsung gue kerjaan tepat setelah baru dikasih juga. Sebagian karena, well, emang gue capek dan males. Tapi sebagian lagi mungkin karena gue punya sedikit sifat perfeksionis. Gue juga gak yakin sih sebenernya ini perfeksionis ato bukan, cuma sebisa mungkin gue pengen ngerjain sesuatu dengan gak setengah-setengah, cuma kadang waktu yang dikasih itu enggak cukup, jadi ujung-ujungnya pasti ngerjain seadanya karena kepentok waktu. Kadang kalo udah tau gini, gue juga jadi males juga kan ngerjainnya. Jadilah, semakin gue tunda-tunda. Hahahha. Alesan ajah ini gue :))
Anyway, udahan deh. Seadanya ajah. Sial, susah juga ternyata nulis panjang-panjang saat lo udah lama gak nulis. Dan SUSAH juga ternyata menjabarkan fakta tentang diri lo sendiri. Challenge yang menyulitkan, padahal gue yang ngusulin ngerjain challenge ini. Huh. Dan masih banyak challenge lainnya yang harus gue lakuin selama 14 hari ke depan. Watdefuuuuuuuuuudge~
Gue rasa banyak alesan kenapa seseorang suka nulis, salah satunya mungkin karena saat nulis, lo berada dalam fase ‘memegang kendali’. Sama kayak baca buku, saat nulis, gue juga merasa bebas ajah. Bebas menentukan alur cerita. Bebas menentukan karakter. Bebas menentukan akhir. Saat menulis, I am the God for my own story. Bisa memungkinkan semua hal dilakukan dan bisa melakukan hal-hal yang bahkan gak wajar sekalipun.
Curhat lewat tulisan juga sama, bebas. Bisa tumpah semua tanpa gangguan. Gak ada interupsi (kecuali kalo lo udah pegel ngetik, itu lain soal). Gue sendiri lebih milih curhat lewat tulisan, karena lebih bebas. Buat gue, curhat ke orang lain itu.. apa ya? Gak asyik ajah. Kadang ada rasa sungkan untuk ngasih tau semua detail masalah lo, karena saat lo mulai cerita ajah, kadang-kadang udah muncul delikan-delikan ngejudge ato pandangan-pandangan pengen tau yang jelalatan. Kesannya curhatan gue bakal jadi bahan gossip yang juicy banget. Honestly, it annoys me a lot. Gue paling gak suka deh dijudge—bukan berarti gue gak berhak dijudge juga sih, ya gue cuma gak suka ajah. Tapi seriusan, deh. Pas ada masalah, menulis dan dengerin musik adalah terapi yang paling jitu buat gue. Kalo belom nulis, dengerin musik sebanyak apapun juga gak akan begitu banyak membantu, karena masalahnya juga belom dikeluarin. Menulis ibarat mengeluarkan racun dari luka dan musik adalah antiseptiknya. Musik juga nutup lukanya--tapi kalo racunnya belom dikeluarin, lukanya gak akan pernah sembuh, kan?
Ya nulis bukan berarti selalu curhat, sih. Pelampiasannya bisa dalem bentuk wordplay juga. Ato bikin cerita. Gak melulu tiap bete gue pasti ngeblog menye-menye. Buat gue yang penting nulis dulu. Bentuknya apa, itu gimana ntar ajah. Bahkan kadang-kadang nulis satu-dua kata ajah udah bisa melampiaskan, kok. Menulis panjang itu masalah tingkat kepuasan nulis sama waktu yang tersedia ajah. Yang pasti, menulis jelas merupakan hal yang basic buat gue, walaupun gak banyak orang yang 'ngeh' :p
5. Procrastinator is.. ME. Definitely.
Oh, yeah. Gue procrastinator paling berkualitas di dunia. And not that I'm proud about that, tapi mau ngilangin sifat yang satu ini juga susah banget. Huh. Sebenernya, gue gak semales itu juga sih, sampe tiap kerjaan gue tunda *menyelamatkan sisa harga diri* Tapi ya enggak semua kerjaan langsung gue kerjaan tepat setelah baru dikasih juga. Sebagian karena, well, emang gue capek dan males. Tapi sebagian lagi mungkin karena gue punya sedikit sifat perfeksionis. Gue juga gak yakin sih sebenernya ini perfeksionis ato bukan, cuma sebisa mungkin gue pengen ngerjain sesuatu dengan gak setengah-setengah, cuma kadang waktu yang dikasih itu enggak cukup, jadi ujung-ujungnya pasti ngerjain seadanya karena kepentok waktu. Kadang kalo udah tau gini, gue juga jadi males juga kan ngerjainnya. Jadilah, semakin gue tunda-tunda. Hahahha. Alesan ajah ini gue :))
Anyway, udahan deh. Seadanya ajah. Sial, susah juga ternyata nulis panjang-panjang saat lo udah lama gak nulis. Dan SUSAH juga ternyata menjabarkan fakta tentang diri lo sendiri. Challenge yang menyulitkan, padahal gue yang ngusulin ngerjain challenge ini. Huh. Dan masih banyak challenge lainnya yang harus gue lakuin selama 14 hari ke depan. Watdefuuuuuuuuuudge~
Label:
challenge,
LagiKurangKerjaan,
Me,
Meracau,
tag
Friday, February 17, 2012
Blog Challenge : 15 DAY 5 THINGS CHALLENGE!
15 DAY 5 THINGS CHALLENGE
- 5 basic facts about you
- 5 not-so-basic facts about you
- 5 ways you break the ice
- 5 signs that you’re into someone
- 5 signs that you’re NOT into someone
- 5 things you do when you’re bored
- 5 things that make you hyper
- 5 things you’re known for
- 5 things you want to do
- 5 things you’ll never do
- 5 good things about you
- 5 bad things about you
- 5 ways to make you cry
- 5 ways to win your heart
- 5 things you need to say
I get this challenge from here.
Jadiiiiiiii, berhubung gue ingin kembali blogging-mumpung-sempet, gue pun memutuskan untuk memancing feel nulis gue dengan bantuan blog challenge ini. Gak daily sih, kayaknya, cuma setidaknya gue jadi punya bahan ajah kalo mau ngepost apa-apa lain kali. Hahaha. Doakan gue, ya. Mulainya mungkin besok (18/02/2012), so yeah, prepare yourself for more posts >:)
Stereo Hearts - Gym Class Heroes (Covered by Christina Grimmie)
This video above is a cover of Stereo Hearts by Christina Grimmie. Grimmie is one of the most talented Youtube singer (and thank God she's signed already!) I've ever known. I love her style, I love her voice and I love her hair! She's just perfect. I'm a big fan! She always sings with her own style and you know what amazing? She doesn't know how to read notes and play piano just by ear! She did soooo many covers and they are all good. So you guys should check her Youtube account out.
I love this version of Stereo Hearts. It's even better than the original :p
My heart's a stereo
It beats for you, so listen close
Hear my thoughts in every no-o-o-te
Make me your radio
And turn me up when you feel low
This melody was meant for you
Just sing along to my stereo
Thursday, February 16, 2012
Quick Updates!
- Gue lagi liburan. Sekitar 3-4 minggu. Gue juga gak yakin sebenernya gue libur berapa lama. Baru dua minggu lebih ajah gue udah bete setengah gila. Tapi gue juga gak mau masuk cepet-cepet, secara kayaknya banyak banget ranjau di semester depan. Skripsi. Blah.
- Gue baru ajah sembuh dari sakit. Demam tinggi. Ada saat bahkan panas gue mencapai 38,8. Dan asli kepala gue pusing abis. Sakitnya sih cuma seminggu, tapi itu sukses bikin Ganesh ngambek karena setahunan gue sama dia terpaksa gak ada perayaan apa-apa karena gue lagi tepar. Hahaha. Sakitnya karena apa? Hmm, lagi-lagi gue gak yakin. Mungkin kecapekan. Yah, well, awal bulan February gue emang 3 hari nemenin bokap di Lombok. Setelah pulang, gue malah nonton perayaan Cap Go Meh di Chinatown Bogor sampe malem sama Ganesh. Yaaa.. karena itu kali ya?! Dan mungkin faktor-faktor lain dimana gue sering tidur dan makan telat.
- Gue pengen balik lagi RPGan di Indohogwarts. Well, ini masih rencana. Sebenernya udah dari kapan tau gue pengen balik RPGan, tapi gue gak tau gimana mulainya atau gimana bagi waktunya. Selama ini, gue udah cukup sok-sok menyibukkan diri dengan kuliah dan kegiatan lab. Belom lagi kegiatan main sama anak kelas, boteng dan anak kostan... Kalopun ada waktu, itu tinggal waktu kosong buat tidur. Tapi rasanya gue pengen banget balik nulis. Nulis itu... kepuasan sendiri buat gue walaupun hasil tulisan gue gak seberapa. Semester-semester dimana gue vakum nulis - enggak worldplay, gak RP, gak ngeblog - itu bener-bener bikin depresi. Uneg-uneg gak ngerti disalurin kemana. Cuma dilupain, tapi dilupain kan bukan berarti ilang sama sekali. Makanya, gue pengen balik lagi ke IH walaupun justru ini adalah semester paling risky buat gue. Apalagi, IH yang lama udah ditutup dan IH reborn dengan whole new concept. Non-canon. Dengan timeline 1795 (Ngeselin gak siiiiihhh timelinenya?! GRR. Zaman segitu kan belom ada apa-apa! But i'm excited with all the research, though). Terlepas dari apakah gue akan bertahan lama di New IH kali ini, gue gak mau mikirin dulu. Let it flow ajah. Gue tau kalo pilihan gue akan dipertanyaan dipertengahan tahun ini; harus ada yg dikorbanin untuk ditinggalin lagi dan itu pasti IH. Tapi.. apapun itu nantinya dan gimanapun jadinya, I know this is what I want and nothing else matters :)
- Hari ini ada beberapa temen lab yang ngajakin gue ngelamar jadi AT. AT itu Asisten Tetap; semacam staffnya LABTI. Kak Adit sama Kak Kole juga sebenernya sering meyakinkan gue untuk jadi AT. Tapi nyatanya, gue sendiri yang gak yakin mau jadi AT ato enggak. Dulu gue pernah ditawarin staff untuk ngelamar jadi AT. AT cengkareng sih waktu itu dan gue sempet ngikutin prosesnya. Gagal, gue gak jad AT. To be honest, apa gue kecewa? Ya. Tapi bukannya karena gue gak jadi AT, tapi lebih karena gue gak suka gagal. Gagal jadi AT sendiri sebenernya gak terlalu bermasalah buat gue. Gue tau gue sayang sama labti dan orang-orang di dalemnya. Gue gak suka ada praktikan yang ngeremehin lab dan proyek-proyek lab and those kinda stuff. It's something, but being a staff is one different thing. Terlepas dari tentunya lebih banyak tanggung jawab yang bakal dipegang, gue gak ngerti kenapa gue masih ragu mau jadi AT. Gue pengen, mungkin. Tapi selalu keganjel lagi perasaan bisa ato enggak, sanggup ato enggak, 'beneran pengen' ato enggak, bisa bagi waktunya ato enggak. Buat gue, jadi AT bukan cuma sekedar lo naek jabatan dan naek gaji. Segalanya juga naek. Resikonya naek. Tanggung jawab. Waktu yang harus diberikan untuk lab. Semuanya. Dan gue gak yakin ajah sih bisa ngehandle itu semua - apalagi dengan sikap gue yang masih pengen maen terus dan angin-anginan. So I guess what I do now is just playing safe and not taking more risks. Lagipula, di lab BANYAK BANGET anak-anak yang lebih berpotensi jadi AT. Kalaupun gue jadi ngelamar nih ya, gue yakin bakal jiper banget karena saingan gue akan sangat kompetitif sekali ~.~ Soo, yeahh... buat kalian yang lagi 'saingan' buat jadi AT, you got my 100% support! Semangat! ;)
- SEMESTER INI SKRIPSI! Whoa, doakan saya, ya! Mudah-mudahan lancar semuanya. Amin.
About The New Blog
Hai! Baru ganti template lagi nih. Aneh? Norak? Kekanakan?
Yaudahlah, ya. Gue juga udah gak ngerti lagi sama ini blog mau didandanin model apaan. Template yang kemaren terlalu emo dan terlalu lama dipasang, jadinya ya bosen juga gue liatnya. Jadi sekalian ajah gue ganti. Kalo dulu-dulu, gue selalu menggunakan template blogspot yang bisa gue edit sendiri HTML-nya, sekarang gue udah mulai pake template yang agak canggihan. Tinggal download .xml, terus upload deh templatenya - VOILA! Jadi deh. Well, bukannya gue baru tau atau apa. Dari dulu juga udah bisa kan ya template blogger diginiin, cuma gue-nya ajah yang men-zaman-batu-kan diri gue sendiri dengan mengkustomisasi besar-besaran template bikinan orang laen. Hahaha. Sekarang sih udah bukan zamannya lagi gue begitu. Sekarang gue mau yang langsung jadi ajah. Jadilah gue pake template ini. Dan mulai sekarang, gue bakalan cuma fokus ngepost dan ngepost di sini.
Speaking of, gue berencana menghapus shoutmix/shoutbox. Dan mungkin menghapus link-link blog orang yang gue pasang. Jadi buat siapapun yang pernah merasa tukeran link sama gue, feel free to delete my link from yours also :p
Subscribe to:
Comments (Atom)
