CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Saturday, April 4, 2009

.. And They Finally Knew

Okay. Satu hal tentang blog ini. Awalnya, gue pengen buat ini jadi blog pribadi dan dalam hal ini, gue mau blog ini BENER-BENER gak ada yang tau keberadaannya. But hell only knows why then everyone found out about this blog. Gue gak nyalahin siapa-siapa. Hanya ajah, maksud gue merubah skins dan url adalah karena gue lagi bosen. Bosen sama tampilan blog gue dan bosen sama rutinitas gue. Singkatnya, gue rombak blog gue dengan maksud biar gue bisa tumpahin semuanya di sini. S.E.M.U.A. Ya, semua hal di otak ini yang nyaris bikin gue kejang-kejang dengan mulut berbusa tiap kali mikirinnya *lebay*. Semua hal tentang perasaan gue.

Dan itulah masalahnya.

Kalo lo tau gue, lo harusnya ngerti kalo gue adalah orang yang tertutup soal perasaan. Gue malu ngungkapin apa yang gue rasa karena gue gak pengen dikasihani atau dianggap bermasalah atau dianggap lebay karena membesar-besarkan masalah atau di’prihatin’kan *jiah, bahasa mana pula itu*. Apa yang gue tunjukkin di luar, itulah yang gue pengen mereka semua liat tentang gue. Apa gunanya kalo mereka semua tau masalah atau perasaan gue yang sebenernya? Sehebat apapun mereka dalam memberi ocehan berbentuk kata-kata bijak atau kata mutiara, tetep ajah gue yang bertindak sebagai filter di sini—gue lah yang membantu diri gue sendiri. Ujung-ujungnya balik lagi ke gue. Dan that’s why, curhat tentang hal yang mengganjal hati dan pikiran gue ke orang lain hanya akan menambah kerumitan masalah yang lagi gue hadepin. Terlalu banyak orang yang merasa bisa nempatin diri mereka sebagai gue. Mulai menerka tindakan yang seharusnya dilakukan dan mana yang seharusnya tidak dilakukan while in facts, gak semuanya guna. Gak semuanya berbobot sebagai saran; yang ada, mereka terkesan ngegampangin masalah gue. Dan gue gak suka mereka ngegampangin masalah gue. Masalah emang sering muncul dan hinggap di gue, tapi gue cukup terkontrol dan terlatih untuk bisa menutupinya. Dan ini artinya lagi, saat gue ada masalah dan berimbas pada ekspresi gue, itu artinya MASALAH GUE GAK CUMA SERINGAN BULU KETEK LO! Do I make myself clear here?

*narik nafas* *kentut*

Banyak orang yang gak tau gue yang sebenernya; gue yang bisa ngelupain masalah gue saat bersama sahabat-sahabat gue kala matahari masih muncul dan gue yang saat malam datang malah menganggap setan pun kalah menakutkan dari semua masalah yang kembali menusuk-nusuk otak gue.

Mereka juga gak sadar kalo gue JAUH lebih mencintai sepi daripada keramaian; gue lebih menikmati kesendirian gue daripada saat-saat dimana gue harus berinteraksi, memasang senyum dan mengkungkung masalah serta berbasa-basi busuk di hadapan orang-orang. Gue yang menunda menyelesaikan masalah hingga saat sudah menumpuk, gue akan meledak atau minimal terkikis perlahan karena masalah-masalah itu memakan gue dari dalam.

Gue, Hawa yang menekan perasaan terhadap Adam karena bocah-bocah yang terikat oleh sebuah ikatan berlabel persahabatan. Gue jelas tidak ingin menghancurkan sebuah persahabatan hanya karena cinta.

Gue, bersikap seperti badut ancol yang jayus dan lenjeh hanya agar saat gue keceplosan membicarakan masalah gue, orang-orang akan mengganggap itu semua sebagai gurauan, kelebayan tingkat tinggi dan tidak berefek apapun bagi gue.

Munafik? Mungkin.

Bego? Sangat.

Masa depan surem? Astagfirullah, amit-amit, jangan sampe *digetok*

Karena itu gue lebih senang menumpahkan segala sesak yang menghimpit dalam blog. Gak ada yang berkomentar, karena SEHARUSNYA tidak ada yang tahu blog ini. Gak ada yang berpikir dirinya bijak dan oh-my-gue-enak-banget-lho-diajak-curhat karena blog bahkan tidak punya bibir untuk berucap. Gak ada yang menghakimi, meremehkan dan menatap masalah gue sebelah mata karena dari awal ‘ia’ hanya bergeming. Tenang; sepi. Dan udah gue bilang kalau gue mencintai sepi.

Sekarang, gue harus menghapus entry-entry penuh kata-kata hujatan terhadap segala hal. Menghapus entry saat gue menumpahkan perasaan sampe gue termehek ingusan di depan laptop. Gue juga harus menghapus segala kata yang terukir saat hati gue patah. Dua orang udah tau blog gue karena mereka iseng mendeteksi lewat Google -.-;; dan entahlah.. mungkin mereka akan meneruskannya pada beberapa orang lain karena merasa takjub akan ‘ketelanjangan’ pikiran dan perasaan gue yang PERNAH tertuang dalam blog ini. Tapi mereka gak akan menemukannya lagi. Semua yang penting telah terhapus karena mereka gak perlu tahu. In fact, mereka tidak punya hak untuk tahu tentang apa yang gue anggap tabu untuk diperbincangkan di permukaan. Mereka tidak punya hak dan akses untuk menelurusi perasaan dan menjelajahi pikiran gue. So that’s it, adios for all of that! Dan selamat datang kembali, Topeng.

This blog is now officially open for public. Again, as usual, bakal jarang gue apdet karena gue gak tau lagi apa yang bakal gue ngemengin di sini. But still—welcome, people 
****

Dan btw, hehe. Terkesan masalah gue itu berat banget yah? *lirik tulisan di atas* Terkesan sebagai aib? NYAHAHAHAHA. Enggak, kok, enggak. Orang tua gue masih mesra-mesra ajah, kagak cerai *ditendang emak-babe* Gue juga kagak hamiiilll, woooyy, amit-amit cabang bayii. Terus alhamdulillah gue kagak minum alcohol dan kagak gunain drugs. Terus, terus.. gue juga kagak punya catetan kejahatan—kecuali kalo nyontek dan ngantuk saat pelajaran itu bisa dikategorikan sebagai kejahatan. NYAHAHAHA. Jadi yeah.. again. Yang gue maksud masalah di sini adalah masalah SIMPLE yang gue tanggepin dengan akal dan perasaan yang berlebihan, as you guys always said. Untuk sekarang sih, gue lagi gak ada masalah apapun sama siapapun. Apa yang tertulis di sini hanya gambaran secara umum dan tidak bermaksud menyentil siapapun. I’m totally fine and having fun with my life now. Jadi..

DITHA, DINII.. GUE TUNGGU SAATNYA KITA AJOJINGAN BARENG LAGI! XOXOXO.
X)

BlowingKisses,

0 komentar:

Post a Comment